Kajari Jamin Tidak Ada Politisasi

313

KALIBANTENG – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Semarang, Asep Mulyana, menjamin tidak ada keterkaitan politisasi terhadap sejumlah kasus tindak pidana korupsi yang sedang ditanganinya. Pernyataan tersebut sekaligus menjawab adanya anggapan jika ada muatan politis terkait pengusutan perkara jelang pemilihan wali kota (Pilwalkot) Semarang.

Ketua Bidang Departemen Kajian dan Wacana Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Semarang, Muhammad Sholechan, menilai pemanggilan saksi oleh Kejari Semarang menjelang Pilwalkot Kota Semarang 2015 ada keterkaitan unsur politik. ”Bagaimana tidak. Kenapa pemanggilan mereka (saksi) dilakukan sekarang yang notabene menjelang pemilihan wali kota Semarang,” kata Sholechan, Minggu (1/2).

Sholechan mengatakan, dari pengamatan beberapa berita akhir-akhir ini, Kejari Semarang lebih banyak memanggil pejabat publik maupun yang pernah menjabat walikota. Walau demikian ia mengaku belum mengetahui detail keterkaitan tersebut karena ia hanya menilai dari pengamatan beberapa media.

”Hal itu memperlihatkan adanya kesengajaan pemanggilan mereka, walau hanya sebatas saksi, karena secara tidak langsung akan memberikan dampak buruk bagi partai ataupun organisasi dan menurunkan popularitas yang bersangkutan. Detailnya keterkaitan itu, saya tidak berkomentar. Ini hanya dari kacamata pengamatan saya melihat beberapa media yang banyak memberitakan atas pemanggilan mereka sebagai saksi,” jelasnya

Sementara itu, Kajari Kota Semarang, Asep Mulyana, menjamin tidak ada keterkaitan politisasi terhadap sejumlah kasus tindak pidana korupsi yang ditangani lembaga yang ia pimpin terutama menjelang Pilwalkot Semarang. ”Tidak ada kaitan politis, kejaksaan berpegangan pada alat bukti. Kita tunggu saja proses penyidikan, semua masih berjalan,” tegas Asep.

Menurut Asep, siapa pun yang terkait dengan kasus hukum, dengan dasar alat bukti yang ada, akan segera diproses. Sejumlah perkara korupsi yang berkaitan dengan mantan pejabat serta APBD Kota Semarang disidik Kejaksaan Negeri Semarang. ”Semua bergantung dari hasil penyidikan, pemanggilan mereka (pejabat/sponsor/penyelenggara) masih berkaitan dengan dengan alat bukti dan temuan penyidik. Sama sekali tidak berdasarkan unsur politis,” tegas Asep kembali.

Kasus-kasus tersebut di antaranya kasus dugaan korupsi program promosi Pemerintah Kota Semarang tahun 2007 yang dikenal dengan Semarang Pesona Asia (SPA). Kasus tersebut menyeret staf dari staf ahli Wali Kota Semarang Harini Krisniati sebagai tersangka. Dalam kasus ini, dua mantan Wali Kota, Sukawi Sutarip dan Soemarmo HS juga diperiksa sebagai saksi. (mg21/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.