Percetakan E-KTP Ludes Terbakar

377

NGALIYAN – Perusahaan percetakan PT Trisakti Mustika Grafika di Jalan Prof Hamka, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Semarang ludes terbakar, Minggu (1/2) pukul 03.30 kemarin. Sejumlah barang produk percetakan milik perusahaan tersebut ludes dilahap si jago merah. Belum diketahui berapa kerugian dan barang apa saja yang terbakar.

Diketahui, PT Trisakti Mustika Grafika adalah perusahaan pencetak blanko KTP elektronik (e-KTP). Bahkan, perusahaan ini sempat digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi e-KTP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2011-2012 pada Senin (19/05/2014) silam.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang menyebutkan, kali pertama, kebakaran diketahui oleh satpam setempat, Usman Bintoro, 35. Awalnya, Usman sedang melaksanakan tugas piket shift malam di pos keamanan yang lokasinya di bagian depan pabrik.

Sekitar pukul 03.30, Usman bermaksud mengontrol di sekeliling pabrik. Namun tak lama kemudian, ia justru mendapati asap hitam tebal keluar dari dalam gudang. ”Saya langsung cek. Tapi api sudah membesar dan membakar barang-barang di dalam gudang,” ujar saksi yang merupakan warga Jalan Wonodri Kebondalem RT 4 RW 7 Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan itu.

Hal itu membuat Usman panik. Ia lantas berteriak meminta bantuan rekan-rekan kerjanya yang masih berjaga di depan. Usman bersama rekan-rekannya pun berusaha memadamkan kobaran api dengan menggunakan fire hydrant. ”Api tetap tidak mampu dipadamkan, tapi justru semakin membesar, apalagi banyak barang mudah terbakar di dalam gudang,” katanya.

Saksi kemudian menghubungi petugas Dinas Kebakaran Kota Semarang melalui telepon. Tak berselang lama, empat mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Sejumlah petugas langsung berjibaku memadamkan api yang sudah menjilat-jilat. Kurang lebih dua jam, api berhasil dijinakkan. Namun demikian sejumlah barang berharga di dalam gudang sudah ludes dilalap api.

Kapolsek Ngaliyan Kompol Saprodin mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran. Pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. ”Kami menunggu hasil Labfor. Saksi-saksi juga sudah diperiksa,” ujarnya.

Akibat kebakaran itu, kata Saprodin, diperkirakan kerugian material mencapai miliaran rupiah. Sebab, sejumlah mesin cetak di perusahaan tersebut ikut ludes terbakar. (amu/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.