100 Pil Koplo Dioplos Sprite

552
DITANGKAP: Tersangka Muhammad Rafii saat digelandang aparat Reskrim Polrestabes Semarang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
DITANGKAP: Tersangka Muhammad Rafii saat digelandang aparat Reskrim Polrestabes Semarang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
DITANGKAP: Tersangka Muhammad Rafii saat digelandang aparat Reskrim Polrestabes Semarang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Pengoplos pil koplo yang menyebabkan dua warga Kalialang RT 01 RW 07, Sukorejo, Gunungpati, Semarang tewas, berhasil dibekuk aparat Reskrim Polrestabes Semarang. Tersangka diketahui bernama Muhammad Rafii, 29, warga Genuk, Semarang. Rafii diketahui mengoplos sebanyak 100 butir pil koplo dengan minuman bersoda jenis Sprite. Minuman oplosan itu selanjutnya diberikan kepada Eko Riyadi alias Kodok, 30, dan Darwadi alias Monyet, 30, hingga keduanya terkapar meregang nyawa.

”Awalnya 10 butir, tapi rasanya kayak obat batuk, lalu diminta Eko untuk mencampur semuanya berjumlah 100 butir. Digerus, lalu dioplos menggunakan Sprite. Saya hanya mencicipi sedikit,” kata tersangka Rafii saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (2/2).

Peristiwa itu bermula pada Rabu (28/1) malam lalu. Rafii mengaku menemukan paketan pil koplo yang diduga jenis dextro di tengah barang rosok di dekat pangkalan ojek di daerah Kaligawe, Semarang. Ia lantas menelepon Eko untuk menawari pil tersebut. Setelah Eko menyatakan mau, Rafii berangkat ke Kalialang Baru, Sukorejo sekitar pukul 23.45.

Di rumah temannya, Rafii bersama Eko kemudian mengoplos 100 butir pil tersebut dicampur minuman bersoda jenis Sprite. Setelah meminum oplosan tersebut, Rafii bersama Eko, menawarkannya kepada Darwadi yang rumahnya tidak jauh. Ketiganya pun menggelar pesta minuman oplosan. Namun belum sampai habis, Rafii meninggalkan keduanya. Ia menuju tempat lain untuk membakar ikan. Beberapa jam kemudian, Rafii mengaku menerima kabar kalau Eko meninggal.

”Saya sedang membakar ikan, tiba-tiba mendapat kabar dari Pak RT kalau Darwadi meninggal. Saya langsung ke sana,” ujarnya.

Darwadi sendiri ditemukan terkapar di depan sebuah rumah kosong di Perumahan Taman Sentosa, Gunungpati, Kamis (29/1) sekitar pukul 06.00. Sedangkan Eko mengembuskan napas terakhir saat perjalanan menuju RSUP dr Kariadi sekitar pukul 00.00. Dari hasil medis, keduanya mengalami iritasi di lambung.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengembangan penyelidikan lebih lanjut. Tersangka yang bertubuh kekar dan bertato di tangan kiri tersebut juga masih terpengaruh minuman oplosan yang diraciknya.

”Tersangka Rafii akan dijerat pasal 204 ayat (2) KUHP. Ancaman hukumannya seumur hidup karena mengakibatkan orang lain meninggal,” kata Djihartono.

Pihak kepolisian juga masih menyelidiki terkait jenis pil koplo tersebut. Sejauh ini belum diketahui jenisnya. Bisa dextro ataupun trihex.

”Pengakuan tersangka mengaku menemukan paketan pil tersebut di tempat rosok. Kami masih menelusuri dari mana tersangka mendapatkan barang tersebut,” ujarnya. (amu/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.