Anak Pedagang Korban Kebakaran Terima Santunan

356
PEDULI : Wakil Bupati Maya Rosida didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga One Andang Wardoyo menyerahkan bantuan kepada pelajar anak pedagang korban kebakaran pasar induk Wonosobo. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)
PEDULI : Wakil Bupati Maya Rosida didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga One Andang Wardoyo menyerahkan bantuan kepada pelajar anak pedagang korban kebakaran pasar induk Wonosobo. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)
PEDULI : Wakil Bupati Maya Rosida didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga One Andang Wardoyo menyerahkan bantuan kepada pelajar anak pedagang korban kebakaran pasar induk Wonosobo. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)

WONOSOBO – Sedikitnya 185 pelajar SD hingga SMA, anak dari pedagang korban kebakaran pasar induk Wonosobo, kemarin (2/2) mendapatkan santunan berupa uang. Bantuan tersebut berasal dari para guru dan siswa yang dihimpun oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) sebagai sikap kepedulian dan solidaritas.

Menurut Kepala Dikpora One Andang Wardoyo, usai kebakaran pasar induk 22 Desember lalu, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan tiap guru di tiap sekolah. Para guru berikut siswa, kemudian melakukan penggalangan dana, dikhususkan membantu pelajar yang merupakan anak pedagang korban kebakaran.

“Dana tersebut kemudian kami kumpulkan untuk membantu pelajar dari anak pedagang,” katanya.
Penggalangan dana kepedulian itu, kata Andang, berhasil mengumpulkan donasi hingga Rp 55 juta. Pada Senin (2/2) kemarin, seluruh dana yang terkumpul tersebut dibagikan secara merata kepada 185 pelajar SD, SMP dan SMA, anak para pedagang naas yang kehilangan kios mereka akibat kebakaran hebat.
“Rata-rata tiap pelajar anak pedagang menerima Rp 300 ribu,” ujarnya.

Saat penyerahan, Andang mewanti-wanti kepada masing-masing anak agar bantuan itu tidak disalahgunakan untuk sekadar membeli pulsa atau kebutuhan konsumtif yang tidak berkaitan dengan pendidikan. Seperti membeli buku dan alat tulis yang memang sudah waktunya diganti, atau baju seragam dan sepatu dengan menggunakan uang santunan.
“Selayaknya digunakan untuk menunjang kebutuhan primer para siswa,” tuturnya.

Simpati dan kepedulian dari para guru dan jajaran pegawai Dikpora Kabupaten Wonosobo kepada para pedagang, menurut Andang layak diapresiasi secara khusus, mengingat berkat ketulusan mereka, 185 siswa dari 19 SD, 2 SMP dan 2 SMA bisa dibantu.

Harapan Andang itu diresponz positif para pelajar penerima santunan. Kebanyakan dari mereka mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih, di tengah musibah yang menimpa orang tuanya, masih ada tangan-tangan tulus tanpa pamrih membantu.

Siwi, 11, siswi kelas 5 SD yang orang tuanya biasa berdagang sayuran mengaku akan menggunakan sebagian uang itu untuk memperbarui sepatunya yang sudah usang, dan sebagian lagi akan diserahkan kepada kedua orang tuanya untuk membantu membeli kebutuhan harian keluarga. “Uang ini akan saya titipin orang tua saya,”katanya.(ali/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.