Laporkan DC, Tak Direspon Polisi

371

BATANG– Penarikan sepeda motor kredit di tengah jalan oleh debt collector (DC) kembali terjadi di Kabupaten Batang. Aksi tersebut, Senin (2/2) lalu dilaporkan ke Mapolsek Batang dengan tuduhan perampasan. Namun pihak kepolisian tidak menerimanya begitu saja, dengan alasan tak unsur perampasan.

Kejadian itu bermula pada akhir Oktober 2014 lalu, saat motor Supra X 125 bernomor polisi G 2308 UC milik Isnati, 40, warga Kelurahan Cepagan, Kecamatan Batang dikendarai anaknya, Danan, 15. Namun secara tiba-tiba, motor dirampas oleh DC salah satu lembaga pembiayaan kendaraan bermotor. Lantas Isnati melaporkannya ke Mapolsek Batang Kota, sebab cara yang digunakan DC tersebut dicampuri unsur penipuan.

“Waktu itu, anak saya menolak diajak ke kantor FIF. Ia mengatakan akan izin dulu ke saya selaku orang tuanya. Namun orang yang menarik paksa di tengah jalan itu membohongi anak saya, dengan mengatakan saya sudah di kantor. Setibanya disana, anak saya disuruh tanda tangan,” jelasnya Isnati, salah satu nasabah tersebut.

Dari kejadian tersebut, akhirnya Isnati mengadukannya Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Lantas BPSK menyarankan untuk melaporkan ke kepolisian terdekat, sebab masuk dalam unsur perampasan dari seorang anak di bawah umur. Pihak pencabut motor tersebut juga tidak mencantumkan nama terang dalam tanda tangannya. Ketika dilaporkan, pihak kepolisian menjelaskan bahwa hal tersebut bukan perampasan.

“Padahal sudah jelas itu perampasan. Saya sudah berkali-kali ke kantor polisi, namun kasus ini dilemparkan tidak jelas. Saya bingung mau mengadu kemana lagi,” terangnya kepad Radar Semarang di Mapolsek Batang, kemarin.

Dikatakan Isnati, dirinya mengambil motor melalui koperasi. Namun koperasi tersebut bubar, pihaknya tidak mengetahui kalau angsurannya tersebut melalui FIF. Hingga akhirnya ia berniat melunasi kekuarangannya secara langsung tanpa melalui cicilan. “Waktu itu baru setor 4 kali, koperasi bubar. Akhirnya saya mau melunasi kontan. Namun tidak boleh oleh FIF,” akunya.

Sementara itu, Kapolsek Batang, AKP Suwandi saat menemui Isnati mengatakan bahwa pihaknya tidak menemukan unsur perampasan atas apa yang dilaporkan nasabah. “Secara profesional, tidak ditemukan adanya unsur perampasan,” kata kapolsek. (mg12/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.