Mantan Kades Sriwulan Edarkan Sabu

356

DEMAK – Mantan Kepala Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, JS, 38, ditangkap aparat Polres Demak. penangkapan dilakukan karena Js diduga mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu. Kini, yang bersangkutan ditahan di Polres Demak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kapolres Demak, AKBP Raden Setijo Nugroho melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengatakan, selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti (BB) berupa, sabu-sabu seberat 0,75 gram, bong (alat penghisap sabu), sedotan, korek serta barang lain yang dipakai transaksi. Pelaku ditangkap petugas ketika berada di Kampung Domenggalan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak Kota.

Pelaku diketahui sedang mengendarai sepeda motor untuk menemui seseorang yang diduga akan menjual narkoba miliknya tersebut. “Pelaku kami tangkap karena diduga akan melakukan transaksi narkoba itu,” kata AKP Zamroni didampingi Kasat Narkoba Iptu Maryanto, kemarin.

Melihat gerak gerik mencurigakan pelaku, aparat langsung bergerak cepat menghadang dan menangkapnya. Tak ada perlawanan yang berarti dari pelaku. Petugas kemudian melakukan penggeledahan. Hasilnya dari tangan pelaku, petugas mendapatkan satu plastik sabu dengan berat 0,75 gram. “Dalam proses penangkapan, pelaku meminta agar direhabilitasi di Semarang. Tapi karena menolak permintaan itu,” tambahnya.

Kasat Narkoba Iptu Maryanto menambahkan, rehabilitasi diperuntukkan bagi pemakai yang sudah sakau dan kesakitan. Karena itu, penolakan rehabilitasi yang diminta pelaku ditolak karena diduga hanya untuk alibi karena tertangkap basah. “Mestinya, orang yang sakau dan direhabilitasi harus berada dirumah. Tapi, untuk pelaku tersebut justru menyanggupi untuk memasok sabu kepada orang yang pesan,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan petugas, sabu-sabu seharga Rp 1,6 juta tersebut diperoleh atau dipasok dari Jogjakarta. Karena kasus narkoba ini, mantan kades Sriwulan tersebut dikenai pasal 112 dan pasal 127 UU Nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda maksimal Rp 8 miliar. (hib/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.