Razia 2 Jam, Petugas Amankan Ratusan Motor

443
BALAP LIAR: Hasil razia tim Polrestabes Semarang selama dua jam di Jalan Pahlawan, Minggu (1/2) malam. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
BALAP LIAR: Hasil razia tim Polrestabes Semarang selama dua jam di Jalan Pahlawan, Minggu (1/2) malam. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
BALAP LIAR: Hasil razia tim Polrestabes Semarang selama dua jam di Jalan Pahlawan, Minggu (1/2) malam. (Adityo Dwi/Radar Semarang)

BARUSARI – Ratusan motor protolan yang digunakan balap liar digaruk oleh tim Polrestabes Semarang. Motor-motor tersebut disita dari para remaja yang terjaring razia di Jalan Pahlawan, Minggu (1/2) lalu.

Sejumlah motor diketahui tidak memiliki surat kendaraan. Diduga, beberapa di antaranya adalah motor hasil pencurian. Tidak hanya motor, tim Polrestabes Semarang juga menyita tiga mobil. Satu di antaranya Toyota Yaris warna merah yang dikemudikan remaja bernama Muhammad Faizal Adilla.

Cukup mengejutkan, diketahui, Faizal adalah anak seorang polisi, Aipda S yang bertugas di Unit Lantas Polsek Banyumanik. Mobil tersebut adalah mobil yang ditilang oleh ayahnya. Hingga Senin (2/2) kemarin, ratusan motor protolan tersebut terparkir di lapangan apel Polrestabes Semarang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, ratusan motor tersebut hasil operasi selama dua jam di Jalan Pahlawan, Minggu (1/2) dini hari. ”Pemilik motor bisa mengambil motor setelah bisa menunjukkan surat-surat bukti kepemilikan. Jika protolan, harus dilengkapi sesuai standar,” kata Djihartono, kemarin.

Dikatakannya, tidak menutup kemungkinan, beberapa di antaranya adalah hasil kejahatan. ”Kebanyakan, pengendaranya dalam kondisi mabuk miras. Beberapa di antaranya terindikasi mengarah aksi kriminal atau hasil perampasan,” ungkapnya.
Para pengendara motor tersebut didominasi pelajar yang melakukan balapan liar di Jalan Pahlawan. ”Untuk balap liar, motornya tidak akan dilepaskan hingga selesai sidang,” kata Kapolrestabes.

Tak hanya itu, orang tua dari pebalap liar juga akan dipanggil, mereka diminta menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi. Hal sebagai upaya agar memberikan efek jera.

Seorang pria, Sandi, warga Rowosari, Genuk, Kota Semarang tampak mengambil sepeda motor. Dia telah memberikan surat-surat bukti kepemilikan. Selain itu, ia diminta memasang peralatan motor Jupiter Z warna merah silver miliknya di Lapangan Apel Polrestabes Semarang.

Motor protolan itu kembali dipasang satu per satu, mulai dari bodi motor, lampu, serta kelengkapan lainnya. Dia mengaku, motor miliknya diprotoli dan dipakai balap liar, oleh adiknya. ”Diprotoli oleh adik, lalu dipakai balap liar,” ujarnya. (amu/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.