Sepi Pendaftar Balon Bupati

506
DAFTAR CABUP : The Hok Hiong, mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon Bupati Semarang di sekretariat PDIP Kabupaten Semarang, Jalan Soekarno-Hatta, Bawen, Senin (2/2) kemarin. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
DAFTAR CABUP : The Hok Hiong, mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon Bupati Semarang di sekretariat PDIP Kabupaten Semarang, Jalan Soekarno-Hatta, Bawen, Senin (2/2) kemarin. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
DAFTAR CABUP : The Hok Hiong, mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon Bupati Semarang di sekretariat PDIP Kabupaten Semarang, Jalan Soekarno-Hatta, Bawen, Senin (2/2) kemarin. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

BAWEN-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Semarang belum tampak gregetnya. Hingga kini, belum banyak bermunculan bakal calon (Balon) bupati yang menyatakan mencalonkan dirinya, selain Mundjirin yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Semarang.

Bahkan, pendaftaran balon bupati dan wabup Semarang yang dibuka oleh DPC PDIP Kabupaten Semarang, sepi pendaftar. Selain Mundjirin, di awal pekan ini yang mengambil formulir balon bupati adalah The Hok Hiong yang saat ini masih menjabat anggota DPRD Kabupaten Semarang.

Ketua Panitia Pendaftaran Balon Bupati dan Wabup Semarang DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang, Supriyadi mengatakan bahwa pendaftaran kali ini memang sepi pendaftar. Baru dua orang yang mengambil berkas formulir pendaftaran. Meski begitu, baru Mundjirin yang sudah mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi persyaratannya.

“Saat ini memang masih sepi pendaftar. Baru dua orang, yakni Pak Mundjirin dan The Hok Hiong yang sudah mengambil formulir. Pak Hok Hiong baru pagi ini mengambil formulir pendaftaran,” tutur Supriyadi usai menyerahkan formulir pendaftaran kepada The Hok Hiong yang saat ini menjabat anggota fraksi PDIP DPRD Kabupaten Semarang, Senin (2/2) pagi kemarin.

Padahal, kata Supriyadi, waktu pendaftaran tinggal 6 hari. Jika sampai batas waktu tidak ada yang mendaftar, maka dua pendaftar tersebut akan diverifikasi dan hasilnya diajukan ke DPD dan DPP. “Minimal ada 4 orang yang mendaftar. Jika nanti belum ada, akan diperpanjang seminggu. Dan jika tetap tidak ada lagi, maka dua orang itu bisa langsung diverifikasi,” ujarnya.

Sementara itu, The Hok Hiong yang menjabat sebagai ketua bidang politik dan kehormatan PDI Perjuangan Kabupaten Semarang mengatakan bahwa semangatnya mendaftar calon bupati atau wakil bupati sebagai jawaban pertanyaan para kader dan masyarakat luas. Sebab sejumlah kader mempertanyakan kenapa kader struktural PDIP tidak berani mencalonkan diri. Sehingga The Hok langsung mendaftarkan diri untuk mencalonkan sebagai bupati atau wakil.

“Hal ini juga sekaligus pembelajaran politik. Jadi jika ada kader yang tidak lolos seleksi, jangan terus mutung atau marah yang ujung-ujungnya pindah ke partai lain. Jika tidak lolos seleksi, ya tetap berjuang maksimal,” kata The Hok.
Apakah benar-benar siap bertarung jika nanti dapat rekomendasi dari DPP? “Saya memang sudah mengambil blangko formulir, tetapi saya juga menunggu izin dari DPD. Sebab saya masih jadi anggota DPRD ,jadi perlu izin. Jadi pengembaliannya menunggu izin dan respon dari masyarakat seperti apa,” pungkasnya. (tyo/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.