9 Preman dan 3 DC Diamankan

634
TANGKAP PREMAN : Jajaran Polres Semarang saat menggelar operasi pemberantasan preman dan premanisme, Selasa (3/2) siang kemarin. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
TANGKAP PREMAN : Jajaran Polres Semarang saat menggelar operasi pemberantasan preman dan premanisme, Selasa (3/2) siang kemarin. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
TANGKAP PREMAN : Jajaran Polres Semarang saat menggelar operasi pemberantasan preman dan premanisme, Selasa (3/2) siang kemarin. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Operasi pemberantasan preman dan premanisme yang digelar jajaran Polres Semarang, Selasa (3/2) siang kemarin, berhasil menjaring 5 orang preman dan 4 anak punk yang sedang pesta minuman keras (miras) serta menangkap 3 orang debt collector (DC) atau penagih utang.

Mereka dijaring dari sejumlah tempat fasilitas umum di Kabupaten Semarang. Selanjutnya diangkut menuju Mapolres Semarang untuk menjalani pemeriksaan dan pembinaan.

Kabag Ops Polres Semarang, Kompol Dax Emanuella mengatakan bahwa operasi tersebut menindaklanjuti program aksi nasional Pemberantasan Preman dan Premanisme di Indonesia. Sebanyak 38 personel gabungan anggota jajaran Polres Semarang dikerahkan untuk meringkus sejumlah preman tersebut.

“Dengan digelarnya operasi ini, akan memberikan kenyamanan kepada masyarakat, saat berada di ruang publik. Operasi ini berhasil mengamankan preman yang mabuk-mabukan di pasar dan tempat-tempat lainnya,” kata Dax.

Petugas juga mengamankan tiga orang DC yang mangkal di jalanan untuk memburu sepeda motor atau mobil yang nunggak kreditannya. Lantaran kegiatannya diduga kuat termasuk dalam premanisme.

Salah seorang Koordinator DC yang mengaku di bawah naungan CV Perisai Bakti Mandiri, Ambarawa, Dwi Agus, mengatakan bahwa kegiatannya berizin dan ada kerjasama dengan berbagai perusahaan leasing di wilayah Ambarawa dan Salatiga. “Kami memiliki perjanjian dan bekerja sesuai aturan,” kata Dwi saat di Mapolres Semarang, kemarin.

Kendati para DC beralasan bekerja sesuai aturan, polisi tetap mendalami pemeriksaan terhadap mereka. Polisi akan meninjau perjanjian fidusia para DC tersebut. Apalagi mereka bekerja tanpa ada pendampingan kepolisian seperti yang telah diatur. Operasi terhadap DC juga akan terus dilakukan.

“Kami akan meninjau fidusia-nya. Sebab kegiatan seperti itu, dilakukan ketika sudah ada fidusia. Makanya kami akan lihat, apakah mereka bekerja sesuai aturan atau tidak. Jika mereka melanggar pidana, misalnya merampas kendaraan, akan ditindak tegas. Bila tidak terbukti, akan kami bina,” ungkap Dax. (tyo/abd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.