Dukun Pengganda Uang Gunakan Upal

519
DIRINGKUS : Mbah Sahid menunjukkan modus operandi penipuan dengan dalih ritual penggandaan uang di hadapan Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS : Mbah Sahid menunjukkan modus operandi penipuan dengan dalih ritual penggandaan uang di hadapan Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS : Mbah Sahid menunjukkan modus operandi penipuan dengan dalih ritual penggandaan uang di hadapan Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Aksi penipuan dukun pengganda uang, Sahid Abadi, 63, warga Dusun Nggiringan, Kartosuro, Kabupaten Semarang, akhirnya terbongkar. Sebab uang yang dijanjikan dapat berlipat ganda, ternyata uang palsu.

Korbannya adalah Suharno alias Sendor, 39, dan Suratno, 39, kedua warga Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Setelah merasa tertipu, keduanya melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Tersangka kemudian diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Getasan, usai menggelar ritual. Polisi menyita barang bukti berupa 228 lembar uang palsu seratus ribu, kardus air kemasan dan selembar kain hitam untuk ritual.

Tersangka dikenal sebagai paranormal kondang dengan julukan Mbah Sahid. Bahkan tersangka juga disebut-sebut dapat menggandakan uang. Mendengar kehebatan tersangka, korban berniat menggandakan uangnya melalui tersangka. Saat bertemu korban, tersangka mengaku dapat menggandakan uang dengan persyaratan sesaji berupa bunga, ayam jago dan kardus kosong serta kain hitam.

“Setiap harinya saya bekerja sebagai sopir. Rencananya mau ngapusi tapi konangan. Korbannya dua orang, Suratno dan Suharno. Keduanya saya mintai uang Rp 7,1 juta dan akan digandakan sebanyak-banyaknya,” tutur Sahid, dalam ekspose kasus di Mapolres Semarang, Selasa siang (3/2) kemarin.

Korban telah menyetorkan uang sebesar Rp 7,1 juta kepada Mbah Sahid. Alasannya uang tersebut akan digunakan untuk membeli sesaji. Kepada korbannya, Mbah Sahid janji akan melipatgandakan uangnya yang dijadikan ritual sehingga menjadi Rp 50 juta. Modusnya tersangka meminta ruangan kosong untuk ritual. Di dalam ruangan korban dan tersangka melakukan ritual termasuk menyediakan uang untuk dilipatgandakan.

“Saya minta dibelikan Aqua gelas satu kardus, lalu Aquanya dikeluarkan. Kemudian korban saya minta memasukkan uang sekian juta ke dalam kardus. Untuk mengalihkan perhatian, saya minta kain untuk penutup. Saat korban keluar ruangan, uang asli milik korban saya ambil dan diganti dengan uang palsu yang sudah saya siapkan. Saya minta korban membuka kardus itu setelah satu hari,” kata Sahid.

Korban yang merasa dirugikan melaporkan kasus tersebut ke Polsek Getasan. Polisi langsung melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka saat akan melakukan aksi ritual penggandaan uang yang kedua kalinya. Dari tangan tersangka, polisi juga menyita uang palsu sebanyak 228 lembar pecahan 100 ribu. Selanjutnya kakek enam cucu itu digelandang ke Mapolsek untuk menjalani proses hukum.

“Uang palsu ini saya dapat dari teman saya yang juga dukun. Dulu saya korban penipuan yang sama, malah kerugian saya sampai Rp 200 juta. Sampai-sampai mobil rental saya gadaikan. Selanjutnya saya pelajari dan saya gunakan untuk menipu orang lain,” kata Mbah Sahid.

Kapores Semarang AKBP Muslimin Ahmad mengatakan bahwa pihaknya akan mendalami penyelidikan. Diperkirakan ada jaringan uang palsu dibalik aksi Mbah Sahid. Selain itu, diperkirakan korban kejahatan Mbah Sahid juga banyak. “Kami akan mendalami lagi untuk mengungkap kemungkinan jaringan yang lebih luas. Kemungkinan korbannya juga banyak, tapi belum melapor karena malu,” terang Kapolres. (tyo/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.