Galian C Liar Diduga Jadi ATM Polisi

361

”Kami masih mengumpulkan data atau bukti-bukti. Pasti nanti (pengelola galian C ilegal) akan kami periksa.”

PURBOYOweb

Kombes Pol Djoko Purbohadijoyo
Dirreskrimsus Polda Jateng

MUGASSARI – Kasus penambangan liar atau galian C ilegal di wilayah Kelurahan Mangunharjo, Tembalang, Semarang yang sempat ditutup pada Oktober 2014 lalu itu diduga hanya ”formalitas” belaka. Faktanya, galian C tersebut kembali beroperasi sebelum akhirnya ditutup kembali pada Senin (2/2) lalu oleh tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng.

Diduga beroperasinya kembali penambangan liar lantaran ada beking oknum petugas di belakangnya. Seorang sumber Radar Semarang mengatakan, praktik galian C ilegal itu dijadikan sapi perahan alias ’mesin ATM’ oleh oknum polisi. Oknum petugas tersebut diduga main mata dengan pihak pengelola yang sampai saat ini masih diselidiki oleh tim penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng.

Namun hingga kemarin belum diketahui siapa oknum polisi dan dari satuan mana oknum yang dimaksud. Petugas Ditreskrimsus Polda Jateng mengaku masih melakukan pendalaman penyelidikan dengan meminta keterangan belasan orang yang merupakan pekerja lapangan, operator alat berat, dan sopir truk dump pengangkut galian C.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Purbohadijoyo saat dikonfirmasi Radar Semarang memastikan galian C di Mangunharjo, Tembalang tak berizin alias ilegal. ”Tidak ada izin untuk aktivitas penambangan di lokasi tersebut. Dokumen-dokumen sudah kami periksa,” kata Djoko, Selasa (3/2).

Terkait adanya dugaan oknum aparat yang terlibat dalam praktik penambangan liar tersebut, Djoko mengatakan masih melakukan penyelidikan. ”Kami masih memeriksa sejumlah saksi. Semuanya masih kami dalami,” ujarnya.

Untuk pemeriksaan dokumen-dokumen terkait penambangan tersebut, pihaknya bekerja sama dengan Dinas ESDM Provinsi Jateng.
Ditanya mengenai siapa pemilik atau penanggung jawab galian C ilegal tersebut, Djoko masih enggan membeberkan. Dijelaskan, sejauh ini pihaknya belum menetapkan tersangka. ”Kami masih mengumpulkan data atau bukti-bukti. Pasti nanti (pengelola galian C ilegal) akan kami periksa,” janjinya.

Dijelaskannya, praktik galian C liar di Mangunharjo tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba).

Terpisah, anggota Komisi D DPRD Jateng Abdul Aziz mengatakan, bukan rahasia lagi jika operasional galian C tak berizin selalu melibatkan oknum aparat sebagai beking. Kondisi tersebut membuat galian C nekat beroperasi meskipun berkali-kali disidak maupun disegel. ”Para beking inilah yang membuat para operator galian C ilegal berani terus beroperasi. Karenanya harus diungkap dan ditindak dengan tegas,” ujarnya.

Politisi PPP tersebut mendukung langkah Dinas ESDM Jateng dan Ditreskrimsus Polda Jateng menindak galian C tak berizin. Dia mendorong langkah tegas tersebut terus dilakukan. Sebab, di Jateng masih banyak penambangan galian C tak berizin yang masih beroperasi.

”Di kabupaten/kota masih banyak galian C ilegal, pemprov harus tegas menegakkan aturan. Apalagi aturan penindakan sekarang ada di pemprov,” paparnya.

Dia juga mendesak pemprov membuat mapping kerugian yang ditimbulkan akibat penambangan galian C liar. Baik kerugian lingkungan maupun kerugian akibat persaingan bisnis tidak sehat antara operator galian C berizin dan yang ilegal.

Kepala Dinas ESDM Jateng Teguh Dwi Paryono mengatakan, galian C di Mangunharjo, Tembalang termasuk yang membandel. ”Meski sudah pernah disidak gubernur, pengangkutan material masih berjalan terus,” katanya.

Pihaknya berjanji akan terus melakukan penindakan. Sebab, di banyak kabupaten/kota, galian C tak berizin masih terus beroperasi. ”Kami berharap masyarakat yang mengetahui aktivitas galian C tak berizin agar segera melapor. Laporan masyarakat merupakan ujung tombak kami dalam bertindak,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, petugas gabungan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng menindak pelaku galian C di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Semarang, Senin (2/2). Sebanyak 3 alat berat jenis beghu dan 10 truk disita dari lokasi galian. Galian C di Kelurahan Mangunharjo tersebut sebelumnya sempat disidak oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Petugas gabungan menggerebek lokasi galian C tersebut sekitar pukul 10.00. Saat dirazia, sebagian operator galian C melarikan diri. Namun petugas berhasil mengamankan 3 beghu dan 10 truk beserta operator dan sopirnya. Alat berat dan truk yang disita kemudian dibawa ke halaman kantor Dinas ESDM Jateng di Jalan Madukoro. (amu/ric/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.