Koalisi dengan PDIP, PKB Tunggu Regulasi

318

BALAI KOTA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Semarang selama ini telah memantapkan diri bergabung bersama PDIP untuk menghadapi pemilihan wali kota (Pilwalkot) mendatang. Meski begitu, pengurus PKB Kota Semarang yang diketuai Teguh Widodo belum berani melangkah lebih jauh untuk merealisasikan koalisi tersebut dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

”Selama ini memang ada arahan (dari DPP) untuk merapat ke PDIP, tapi kita masih menunggu keputusan final di tingkat atas. Kita akan lakukan koalisi resmi dengan DPC PDIP ketika di tingkat pusat antar DPP sudah aman atau sudah A1. Setelah itu baru di tingkat DPC kita koalisi,” ujar Teguh Widodo kepada Radar Semarang, kemarin (3/2).

Pihaknya juga berniat melakukan pendaftaran bakal calon wakil wali kota melalui DPP PDIP. Sebab, dalam penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang dibuka DPC PDIP beberapa waktu lalu, pihaknya tidak melakukan pendaftaran.
”Iya nanti saya akan mendaftar (wakil wali kota) lewat DPP. Kenapa kita tidak mendaftar di DPC saat itu, yang pertama karena kita tahu diri, apalagi belum ada regulasi dari DPP. Kemudian berdasar Perppu, yang mendaftar di KPU nanti hanya wali kota. Bukan dengan wakil,” terangnya.

Sekretaris DPC PDIP Kota Semarang Supriyadi menyatakan, memang berdasar regulasi yang diturunkan DPP tentang penjaringan, bagi yang berniat mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota maupun wakil wali kota, selain melalui DPC juga bisa lewat DPD dan DPP.

”Penjaringan di tingkat DPC kemarin sudah ditutup, otomatis pendaftaran nanti melalui DPD dan DPP. Meski tidak dibuka secara resmi soal penjaringan itu, tapi tetap bisa menerima calon,” terang Supriyadi. ”Dan kemarin memang saya mendengar informasi jika Ketua DPC PKB akan mendaftar lewat DPP,” imbuhnya.

Supriyadi menambahkan, semua berkas para bakal calon yang mendaftarkan diri lewat DPC, kemarin sudah diserahkan ke DPD Jateng. Setelah itu, tim penjaringan akan melakukan uji elektabilitas semua calon. ”Uji elektabilitas dilakukan sebanyak tiga kali. Setelah itu akan dimasukkan ke sekolah partai,” tandasnya.

Sementara itu, DPC Partai Gerindra membantah Koalisi Merah Putih (KMP) di Kota Semarang di ambang perpecahan. Justru KMP saat ini tengah solid-solidnya untuk menyambut gelaran pilwalkot mendatang. Empat partai yang jadi motor KMP, yakni Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN dan PKS sudah menjalin komunikasi yang intensif untuk mewujudkan rumah besar KMP.

Tidak hanya itu, KMP juga menjalin komunikasi dengan partai lain untuk bersama-sama maju dalam pilwalkot. ”KMP semakin solid dan siap maju dalam pilwalkot mendatang. Saat ini memang belum ada deal politik, namun itu hanya soal waktu saja, karena pimpinan partai KMP masih sibuk dengan tugas dewan,” ujar Ketua Desk Pilkada DPC Partai Gerindra Kota Semarang Herlambang Prabowo SA.

Saat ditemui kemarin Herlambang menegaskan, pertemuan informal antara pengurus inti parpol KMP sudah berlangsung beberapa kali. ”Pertemuan berjalan bagus, cuma memang belum bisa mengumpulkan semua ketua partai, kalau tugas kedewanan selesai, paling akhir pekan ini sudah ada pertemuan antarketua partai,” tandasnya.

Bahkan KMP, lanjut Herlambang, masih akan terus melakukan komunikasi dengan partai lain di luar KMP. Dari sejumlah partai, ada beberapa partai yang memberikan isyarat untuk gabung dengan KMP. Hanya saja pentolan IKBS Kota Semarang ini enggan menjelaskan lebih lanjut karena masih sebatas komunikasi belum masuk koalisi.

Herlambang menambahkan, antara Partai Gerindra dan PAN memang sudah ada koalisi, demikian juga dengan PKS-Golkar sudah ada komitmen. Namun bukan berarti akan berjalan sendiri-sendiri. ”Pada saatnya akan bergabung dalam satu koalisi besar, dalam koalisi ini sesuai dengan arahan pimpinan partai kami bahwa tidak ada meninggalkan atau ditinggalkan, semuanya bersama-sama,” katanya.

Selain itu, koalisi besar ini juga mengatur asas duduk sama rendah berdiri sama tinggi, sehingga tidak ada yang lebih superior. ”Kita sama, sejajar, antar keempat partai sejajar, demikian juga jika ada partai baru yang akan gabung, semuanya juga sejajar,” ujarnya. (zal/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.