Lonjakan DBD Capai 30 Persen

355

MAGELANG–Kasus penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kota Magelang makin memprihatinkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang mencatat, terjadi peningkatan penderita DBD sekitar 30 persen lebih. Meski begitu, Dinkes menyatakan masih dalam batas wajar. Sehingga belum perlu diberlakukan status kejadian luar biasa (KLB).
Berdasarkan data Dinkes, ada 26 kasus DBD pada Januari. Padahal, pada Desember 2014 lalu, hanya tercatat 8 kasus.
Sebelumnya, koran ini mencatat terjadi lonjakan pasien DBD di RSUD Tidar Kota Magelang.
“Untuk total kasus pada 2014 lalu, sebanyak ada 69 kasus,” kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Magelang, Yis Romadon, kemarin.
Sejumlah langkah untuk menekan meluasnya penyakit ini sudah dilakukan. Salah satunya melakukan fogging alias pengasapan. Fokusnya, sejumlah kelurahan. Yakni, di Kelurahan Kramat Selatan dan Utara, Potrobangsan, Panjang, Jurangombo Utara dan Selatan, Magersari, Rejowinangun Selatan, Wates, Gelangan dan Tidar Selatan. “Pengasapan akan terus kami lakukan sampai kasus DBD masih di laporkan.”
Yis berujar, perkembangbiakan nyamuk yang beraktivitas sekitar pukul 09.00-10.00 siang dan 16.00-17.00 sore hari, dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya, intensitas hujan yang tak menentu. Sehingga memunculkan genangan air yang menjadi tempat favorit sebagai sarang nyamuk DBD.
“Nyamuk ini berkembang di genangan air yang tidak bersentuhan dengan tanah, seperti pot tanaman, tong, drum. Nyamuk itu juga senang tinggal di gantungan baju. Juga di tempat yang gelap dan lembab.”
Sebelumnya, koran ini memberitakan bahwa di RSUD Tidar Kota Magelang, sejumlah pasien DBD tengah dirawat.
Terpisah, kasus korban meninggal akibat virus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Magelang tahun lalu mencapai 7 orang dari 241 penderita. Kematian ini dikarenakan terlambatnya penanganan terhadap pasien.
”Banyak masyarakat yang tidak mengindahkan ancaman DBD ini dan terkesan menganggap penyakit biasa sehingga tidak disegerakan untuk ditangani,” kata Kepala seksi (Kasi) Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang, Darsiwan, Selasa (3/2).
Sejauh ini, kata Darsiwan, Dinkes berupaya untuk melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah titik endemis DBD. Utamanya, di tiga kecamatan yang mendapat fokus pengasapan, yakni di Kecamatan Muntilan, Mertoyudan dan Mungkid. Di wilayah tersebut, beberapa kali pengasapan di Perumahan Kalinegoro, dan Dampit, Kecamatan Mertoyudan.
”Untuk tahun ini, kami akan melakukan fokus fogging di 70 titik. Kami berharap akan cukup hingga akhir tahun dan bisa memberantas nyamuk,” jelasnya. (put/vie/ton/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.