Demi Rp 50 Ribu, Jadi kurir Sabu

405
BUTUH UANG: Ketiga tersangka pengedar dan pemakai sabu-sabu saat gelar perkara di Polres Temanggung, Rabu (4/2). (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
BUTUH UANG: Ketiga tersangka pengedar dan pemakai sabu-sabu saat gelar perkara di Polres Temanggung, Rabu (4/2). (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
BUTUH UANG: Ketiga tersangka pengedar dan pemakai sabu-sabu saat gelar perkara di Polres Temanggung, Rabu (4/2). (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG- Seorang pemuda bernama Catur, 21, warga Desa Wanutengah, Parakan ditangkap polisi setelah menjadi kurir sabu-sabu. Ia mengaku membutuhkan uang itu untuk menebus ponsel miliknya.

Catur menjadi perantara dari jual beli barang terlarang yang dilakukan Edi, 32, warga Sukorejo, Mertoyudan kepada Hartari, 36, asal Butuh, Temanggung. Edi, penjual narkotika jenis sabu ini mendapatkan barang melalui SMS dari seseorang yang tidak dikenalnya. Modusnya yaitu barang diletakkan di tempat yang telah disepakati.

“Saya butuh uang untuk menebus HP saya lagi. Sekali ngantar saya dapat Rp 50 ribu. Saya terpaksa karena penghasilan saya sehari-hari gak cukup,” ungkap Catur.

Catur mengaku sehari-hari bekerja sebagai juru parkir sebuah rumah sakit swasta di Temanggung. Penghasilannya sehari-hari hanya Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Kalaupun ramai, penghasilannya hanya mencapai Rp 25 ribu.

Kasubag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti menceritakan, kronologi kejadian bermula dari penangkapan Edi dan Hartari di Jalan Raya Pertigaan Jubug, Wanutengah. Tepatnya di dekat sebuah minimarket. Hasil pengembangan dan penyelidikan akhirnya ditangkap Catur sebagai perantara.

Polisi mendapatkan barang bukti satu bungkus rokok yang di dalamnya terdapat satu bungkus klip berisi serbuk kristal putih seberat 0,53 gram yang diduga adalah sabu-sabu. “Kami juga menyita HP yang menjadi media komunikasi. Di dalamnya kami menemukan percakapan berisi rencana transaksi,” terang Henny.

Ketiganya diancam pasal 112 ayat 1 subsider pasal 114 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara dan denda maksimal Rp 8 miliar. Sebelumnya Polres Temanggung juga menangkap tiga pengedar narkotika jenis ganja. Menyikapi hal ini, Henny menegaskan kedua kasus ini tidak saling berkaitan. (mg3/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.