Diundur 2016, Vakum Kepemimpinan

463

UNGARAN– Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Semarang hingga kini belum jelas waktunya. Sebab, Perppu No 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota masih diproses di DPR RI. Jika pilkada diundur 2016, maka akan menyebabkan kevakuman kepemimpinan di Pemkab Semarang. Sebab, akhir masa jabatan (AMJ) Bupati Semarang Mundjirin habis pada September 2015.

“Kalau pilkada diundur, maka ada kekosongan jabatan. Sebab, akhir masa jabatan bupati pada September. Jadi nantinya akan ada penunjukan pelaksana tugas (Plt) Bupati Semarang oleh Gubernur Jateng. Hal yang sama juga terjadi di 16 kabupaten/kota di Jateng yang masuk pilkada serentak,” jelas Ketua KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan, Rabu (4/2).

Kendati belum ada keputusan final kapan pilkada akan dilaksanakan, KPU Kabupaten Semarang sudah mulai menyiapkan segala kebutuhan untuk pilkada. Seperti berkoordinasi dengan pemkab dan DPRD untuk anggaran pilkada yang saat ini sudah disetujui sebesar Rp 14, 497 miliar dari APBD II. Anggaran tersebut sudah disetujui Badan Anggaran DPRD dan masuk di APBD 2015, untuk membiayai pilkada satu putaran. Jika terjadi pilkada putaran kedua, maka akan diajukan lagi dana sekitar Rp 7 miliar. Selain anggaran, juga dilakukan koordinasi dengan KPU Provinsi Jateng terkait penyusunan tata cara pencalonan dan draft tahapan pilkada.

“Kami masih menunggu hasil pembahasan DPR RI tentang Perppu tersebut. Tetapi kami tetap harus mempersiapkan untuk pelaksanaan pilkada. Jika Perppu sudah disahkan, kami akan langsung membuka pendaftaran bakal calon selanjutnya dilakukan uji publik,” tutur Guntur Suhawan.

Terpisah, Sekretaris Panitia Pendaftaran Balon Bupati dan Wabup DPC PDIP Kabupaten Semarang Bondan Marutohening menjelaskan, PDIP sudah melakukan penjaringan dan penyaringan balon bupati dan wabup lebi awal. Sebab, ada rencana KPU Kabupaten Semarang akan membuka pendaftaran uji publik calon bupati pada Februari 2015. Sementara di PDIP baru ada dua orang yang mengambil formulir pendaftaran, yakni Mundjirin dan The Hok Hiong. (tyo/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.