Operator Alat Berat Ditahan

537
AMAN : Penambang manual di bantaran Kali Senowo ini masih mengurus izin‎ dan masih beroperasi. Mereka harus bersaing dengan penambang alat berat. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
AMAN : Penambang manual di bantaran Kali Senowo ini masih mengurus izin‎ dan masih beroperasi. Mereka harus bersaing dengan penambang alat berat. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
AMAN : Penambang manual di bantaran Kali Senowo ini masih mengurus izin‎ dan masih beroperasi. Mereka harus bersaing dengan penambang alat berat. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus penambangan ilegal dengan alat berat pada 23 Januari lalu, Abas Ichwan Ansori, 50, warga Desa/Kecamatan Dukun akhirnya ditahan oleh penyidik Polres Magelang. Penahanan ini akan diberlakukan selama 20 hari ke depan dan bisa diperpanjang jika dibutuhkan.

Abas diperiksa di Satuan Reskrim Polres Magelang sejak Rabu (4/2) pagi. Usai dimintai keterangan sebagai tersangka, dia kemudian dijebloskan ke penjara. “Setelah diperiksa kami memutuskan tersangka untuk ditahan,” kata Kapolres Magelang AKBP Rifky, kemarin.

Tersangka sebelumnya ditangkap pada 23 Januari 2015 pukul 14.00 siang. Dia ditangkap saat melakukan penambangan dengan ekskavator di aliran sungai Senowo Dusun Kajangkoso, Desa Mangunsoko Kecamatan Dukun.

Menurut Kapolres, penahanan ini dilakukan untuk mempermudah penyidikan. “Supaya berkasnya cepat diselesaikan dan dilimpahkan ke kejaksaan,” katanya.

Saat ini, kata dia, berkas pemeriksaan kasus penambangan ilegal ini sudah memasuki tahap akhir. Belasan saksi sudah diperiksa dan barang bukti sudah diamankan. “Ada belasan saksi termasuk anak buah tersangka,” ungkapnya. Lebih lanjut Rifky menambahkan, penahanan ini juga sebagai bentuk peringatan kepada penambang lain yang masih melakukan aktivitas di bantaran sungai dengan alat berat.

Kasatreskrim AKP Ismanto Yuwono menambahkan, tersangka untuk sementara ditahan di sel Mapolres Magelang. Meski tidak menutup kemungkinan dipindahkan ke Lapas kelas II Kota Magelang.

Dalam kasus ini, tersangka akan dijerat dengan UU Pertambangan dan Mineral Batubara. Dengan demikian Abas terancam penjara maksimal 10 tahun dan atau denda maksimal Rp 1 miliar.

Abas merupakan tersangka pertama kasus penambangan pasir Merapi dalam kurun lima tahun terakhir atau sejak erupsi 2010 lalu. “Kami akan intensif melakukan penindakan,” katanya.

Ditanya terkait kasus hukum yang akan dihadapi pemilik 12 alat berat yang didapati tim khusus antipenambangan liar alat berat Polres Magelang, Ismianto mengaku belum mengarah ke proses hukum. Karena, pihaknya tidak bisa menangkap pelaku secara langsung.

Dalam penyisiran tim di Kali Pabelan, Kali Senowo, Kali Tringsing, Kali Putih, Kali Lamat, Kali Blongkeng dan Kali Bebeng-Krasak tak ada satupun alat yang beroperasi. Mereka sudah berhenti beraktivitas karena diduga tahu akan ada razia.

Tim hanya berhasil menyegel 12 alat berat dan menyita 22 aki. “Bagi yang tertangkap tangan akan kami tindak tegas. Namun yang tidak tertangkap tangan akan kami lakukan pembinaan,” jelasnya. Sementara itu, tersangka Abas belum bisa memberikan keterangan ke media. (vie/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.