PNS Diperiksa HIV/ AIDS

404
NEGATIF: Pegawai Kecamatan Wonosobo diambil sampel darahnya untuk diperiksa apakah terjangkit virus HIV atau tidak. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
NEGATIF: Pegawai Kecamatan Wonosobo diambil sampel darahnya untuk diperiksa apakah terjangkit virus HIV atau tidak. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
NEGATIF: Pegawai Kecamatan Wonosobo diambil sampel darahnya untuk diperiksa apakah terjangkit virus HIV atau tidak. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

WONOSOBO – Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten (KPAK) Wonosobo aktif melakukan penjaringan penyebaran penyakit HIV/ AIDS. Selain mendatangi kelompok rentang, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tiap kecamatan juga didatangi untuk diperiksa dengan metode mobile voluntary conseling test (VCT).

Pemeriksaan deteksi HIV/AIDS melalui model VCT ini sudah berlangsung beberapa hari dan mendatangi 6 kecamatan, yaitu Garung, Kaliwiro, Selomerto, Kertek, Kepil dan Mojotengah. Langkah ini, sebagai antisipasi adanya penyebaran penyakit mematikan di kalangan PNS.

Menurut dr Handoko Sulistiyo dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonosobo di sela pengambilan sampel darah para pegawai Kecamatan Wonosobo, Rabu (4/2), kesadaran PNS untuk melakukan pemeriksaan cukup tinggi. Dari 6 kecamatan yang didatangi, rata-rata 50 orang yang mengikuti berasal dari Sekdes, pegawai UPTD dan pegawai Kecamatan.

“Ini bagian dari upaya mencegah penularan HIV/AIDS di Kabupaten Wonosobo,” katanya.

Disasarnya PNS, kata Handoko, diharapkan bisa menimbulkan efek antisipatif bagi para aparatur negara, agar ke depan lebih berhati-hati dan waspada terhadap penyakit mematikan itu. Media penularan HIV/AIDS yang cukup beragam juga sangat perlu dipahami para pegawai. Selain melalui kontak seksual seperti yang telah diketahui secara umum, HIV/AIDS bisa pula menular melalui jarum suntik yang biasa digunakan para pecandu narkoba.

“Dengan mengikuti VCT para pegawai juga akan lebih memahami apa saja model penularan beserta gejala-gejala penderita HIV/AIDS,” katanya.

Hingga VCT ke-7 yang digelar di Kecamatan Wonosobo, Handoko mengaku belum menemukan adanya PNS yang terdeteksi positif HIV.

Firdaus Nur Syahbana dari KPAK menambahkan, VCT keliling akan diteruskan hingga tuntas di 15 kecamatan. Ke depan, pihaknya juga tak menutup kemungkinan melakukan tes serupa untuk seluruh PNS di lingkup Pemerintah Kabupaten Wonosobo.
“Kami masih terus berkoordinasi dengan Wakil Bupati selaku pembina KPAK, serta Dinas Kesehatan Kabupaten. Diharapkan, dengan telah adanya mobile VCT bagi kalangan PNS, tidak akan ada aparat sipil negara di Wonosobo yang tertular HIV/AIDS,” katanya. (ali/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.