Polemik Pasar Rejosari, Dewan Konsultasi

376

SALATIGA – Komisi B DPRD Kota Salatiga mengadakan konsultasi ke Departemen Perdagangan dan Perindustrian (Deperindag) terkait pembangunan Pasar Rejosari, kemarin. Langkah itu dilakukan menyusul desakan sejumlah pedagang dan beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang meminta pembangunan pasar dilakukan dengan menggunakan dana APBD. Hal itu diungkapkan salah satu anggota Komisi B DPRD Kota Salatiga, Mahmudah, saat dihubungi melalui telepon pribadinya, kemarin.

“Iya, ini kami sedang konsultasi di Jakarta terkait penolakan sejumlah pedagang dengan pembangunan sistem investasi. Mereka meminta dibiayai dengan APBD,” ujar Mahmudah.

Dengan adanya penolakan tersebut, Komisi B belum bisa memberikan jawaban mengenai hal tersebut. Terlebih antara pemkot dengan PT Patra Berkah Itqoni (PBI) selaku investor yang ditunjuk untuk membangun pasar telah ada perjanjian kerja sama. “Kami perlu penjelasan mengenai permasalahan ini, sehingga tidak salah memberikan jawaban,” terang politisi PPP tersebut.

Sebelumnya, puluhan warga yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Pedagang Pasar Rejosari Salatiga beraudianesi dengan anggota DPRD Salatiga di Gedung Dewan. Aliansi terdiri atas beberapa elemen seperti Paguyuban Pedagang Pasar Rejosari (P3R), Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thaiyibah (SPPQT), Solidaritas pengacara untuk P3R, BPBH Percik, LKBHI IAIN Salatiga, dan KSP QT. dalam udiensi itu, aliansi masyarakat menjelaskan persoalan yang terjadi tentang Pasar Rejosari.

Tuntutan yang mereka ajukan kepada DPRD di antaranya, memberi jaminan dari DPRD unutk tidak memulai pembangunan atau pembongkaran, pemagaran, dan tindakan-tindakan lainnya di lokasi lama. Kemudian ada jaminan dari paguyuban dan jaminan prioritas bagi pedagang lama untuk mendapatkan tempat usaha kembali. Juga, para pedagang menolak tentang konsep revitalisasi tidak menggunakan dana pemerintah melainkan bersumber dari kerja sama investor swasta atau kapitalisasi Pasar Rejosari.

PT PBI hingga kini masih sabar menunggu kepastian pembangunan pasar. Perusahaan yang telah membangun beberapa pasar itu, saat ini telah membangun tempat penampungan sementara dan kini ramai menjadi tempat berjualan para pedagang yang lapaknya terbakar beberapa tahun lalu. “Kita masih menunggu,” terang Ery Inryanto, project Officer PT PBI saat bertemu wartawan beberapa waktu lalu.(sas/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.