Tinggi, Penderita Kanker di Jateng

773
MENGHIBUR: Pasien kanker anak di RSUP dr Kariadi dihibur badut Mickey Mouse saat peringatan hari kanker sedunia kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
MENGHIBUR: Pasien kanker anak di RSUP dr Kariadi dihibur badut Mickey Mouse saat peringatan hari kanker sedunia kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
MENGHIBUR: Pasien kanker anak di RSUP dr Kariadi dihibur badut Mickey Mouse saat peringatan hari kanker sedunia kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

RANDUSARI – Jumlah penderita kanker payudara di Jateng meningkat dibanding tahun lalu. Berdasarkan catatan RSUP dr Kariadi Semarang, jumlah pasien yang mendapatkan perawatan pada 2014 sebanyak 8.928 orang.

Direktur Umum dan Operasional RSUP dr Kariadi, Darwito, mengatakan, banyaknya penderita kanker payudara dikarenakan pola hidup yang kurang sehat. Kebiasaan menyantap makanan siap saji yang menjadi favorit masyarakat, membuat persebaran penyakit yang menyerang kaum hawa tersebut semakin meluas.

”Sekarang banyak jenis junkfood yang disukai kalangan wanita. Padahal banyak kandungan bahan kimia terkandung dalam setiap makanan siap saji,” kata Darwito kepada Radar Semarang, di sela peringatan hari kanker sedunia Rabu (4/2) kemarin.

Selain itu, pola hidup harus diperhatikan agar terhindar dari penyakit mematikan ini. Pada semester I tahun 2014, beber dia, RSUP dr Kariadi menerima pasien penderita kanker payudara sebanyak 2.892 orang. Sedangkan pada semester II jumlahnya meningkat menjadi 6.036 orang.

Dijelaskan Darwito, 90 persen pasien penderita kanker di RSUP dr Kariadi merupakan pengguna BPJS Kesehatan, sehingga biaya pengobatan dan perawatan dapat dijangkau masyarakat. ”Meski sudah ada BPJS, masyarakat harus melaksanakan pola hidup sehat. Ini agar masyarakat tetap sehat dan mudah untuk melakukan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Dikatakan, gejala yang mudah dikenali jika menderita kanker payudara adalah ditemukan benjolan di payudara yang membesar hingga menimbulkan luka, bernanah, atau adanya keluhan terkait metastasis atau penyebaran jauh. Misalnya di paru (batuk, sesak), di hati (lemas, badan menjadi kuning) atau tulang (nyeri).

Ia juga mengingatkan pentingnya pasien untuk segera pergi ke rumah sakit untuk meminta pendapat dokter multidisiplin, baik oncologist atau internist, ahli bedah, maupun ahli radiasi, mengenai kombinasi cara pengobatan yang paling tepat, yakni terapi sistemik atau kemoterapi, operasi, radiasi, dan sebagainya, beserta urutan cara pengobatan yang optimal.
”Motivasi, kesabaran dan perhatian dari pasangan dan keluarga merupakan hal mendasar yang penting untuk meningkatkan kepercayaan diri dan semangat pasien kanker,” ujar dia.

Selain kanker payudara, kanker serviks menempati urutan kedua terbanyak yang saat ini yang sedang dalam penanganan RSUP dr Kariadi. ”Pada tahun 2014 semester I jumlah penderita kanker serviks di RSUP dr Kariadi sebanyak 2.471 pasien, sedangkan pada semester II meningkat menjadi 3.704 pasien,” bebernya.

Selain itu, penderita kanker darah juga ada yang masih dalam perawatan di RSUP dr Kariadi. Selain menyerang orang dewasa, kanker darah yang merupakan jenis kanker berbahaya itu juga menyerang anak-anak.

Salah satu pasien kanker darah (leukemia) yang masih dirawat di RSUP dr Kariadi, Muhamad Ridwan, mengaku, sudah satu tahun menjalani pengobatan di rumah sakit tipe A tersebut. Meski mengidap penyakit yang berbahaya, pasien yang masih berumur 12 tahun ini tetap optimistis bisa sembuh. ”Saya sudah satu tahun di sini. Setiap satu minggu sekali saya melakukan kemoterapi. Meski begitu, saya tetap bersemangat untuk tetap bisa sembuh. Karena saya ingin kembali bermain bersama teman-teman di rumah,” ujar pasien asal Kabupaten Jepara ini. (ewb/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.