Petani Pabelan Kekurangan Pupuk

377

PABELAN—Ribuan petani di Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang kekurangan pupuk. Dari bantuan subsidi pupuk yang ada sampai saat ini belum bisa menutup kebutuhan petani di Kecamatan Pabelan. Diduga, banyak oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan ondisi tersebut dengan memasukkan pupuk subsidi dari daerah lain ke Kecamatan Pabelan dengan harga yang lebih mahal.

Qowwim, 34, petani Desa Semowo, mengatakan, awalnya kelompok tani di desanya hanya diberi pupuk subsidi sebanyak 3 ton dari total kebutuhan sebanyak 5 ton. Kemudian petani mencoba berkomunikasi dengan penanggungjawab kecamatan. Namun tidak ada respon. Akhirnya perwakilan kelompok tani berinisiatif untuk mengirim email ke gubernur agar kelangkaan pupuk bisa segera teratasi.

“Kelompok tani di daerah kami sempat berang, pasalnya rata-rata mata pencaharian warga adalah petani. Kesediaan pupuk yang langka membuat kami harus membeli barang ke pengecer yang harganya jauh lebih tinggi. Kisaran Rp 130 ribu. Ini yang membuat kami merasa berat,” katanya kepada Radar Semarang, kemarin (5/2).

Hal senada diungkapkan Asrofi, 54, Ketua kelompok tani Terban. Banyak petani yang tidak punya uang kemudian menjual pupuk subsidinya ke pengecer dan petani dengan harga yang jauh lebih tinggi. Kemudian jika saatnya tandur, dia minta lagi ke kecamatan.

“Memang tidak mudah mengatur kelompok tani. Karena mereka mempunyai cara berpikir yang berbeda-beda. Saya sendiri yang tahu kondisi di lapangan, banyak menemukan petani yang kekeurangan biaya sehari-hari kemudian menjual pupuk subsidinya ke petani lain dengan harga yang lebih tinggi,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Koordinator Pelaksana Dinas Pertanian Kecamatan Pabelan, Joko Margono, mengatakan jika pemberian kuota pupuk disesuaikan dengan permintaan dari kelompok tani disertai luas tanah dan surat keterangan pajak. Selain itu, pihaknya tidak bisa memberikan.

“Saya juga mendapat laporan dari masyarakat, banyak oknum yang mendatangkan pupuk subsidi dari Kendal, Ampel dan daerah lain. Kami yang berada di dinas tidak bisa mengontrol itu. Karena kebutuhan petani juga masih banyak,” tandasnya.

Mengenai adanya isu penyelewengan pupuk di Kecamatan Pabelan, Joko mengklaim hal itu tidak mungkin terjadi. Sebab, pendistrian pupuk dilakukan secara langsung kepada kelompok tani. Jika memang ada penyelewengan dipastikan keetahuan. Apalagi kelompok tani juga tidak kalah kritis. “Memang awalnya distribusi pupuk sempat terkendala dengan pembayaran. Sebelum kami kontrol, pembayaran petani agak sulit karena banyak yang ngutang. Di samping itu adanya antre bantuan. Karena pupuk didistribusikan secara berkala. Bagi petani yang sudah mulai tandur, tapi belum mendapatkan jatah, bisa meminjam ke kelompok lain yang belum tandur,” pungkasnya. (abd/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.