Program Jambanisasi dan RTLH Masuk Rekor Muri

402
REHAB: Seorang warga di Kecamatan Banyumanik mendapatkan bantuan rehab rumah, Kamis, (5/1) kemarin. (FOTO: M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
REHAB: Seorang warga di Kecamatan Banyumanik mendapatkan bantuan rehab rumah, Kamis, (5/1) kemarin. (FOTO: M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
REHAB: Seorang warga di Kecamatan Banyumanik mendapatkan bantuan rehab rumah, Kamis, (5/1) kemarin. (FOTO: M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 3.356 unit jamban dan 100 rumah hasil renovasi dari program RTLH (Rumah Tak Layak Huni) dan Jambanisasi, Kamis (5/2) kemarin diserahkan secara simbolis di Lapangan Banyumanik. Program yang diusung Pemkot Semarang, Kodim, Yayasan Wahana Bhakti Sejahtera (YWBS) dan Rotary Club ini berhasil memecahkan Muri (Museum Rekor Indonesia) pembuatan jamban terbanyak yakni 3.356 unit.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bayu Purwiyono mengatakan, program ini bertujuan membangun katahanan dan kesehatan bangsa Indonesia. ”Rehab 100 rumah ini diberikan kepada warga di 16 Kecamatan Kota Semarang. Sedangkan jamban dengan total 3.356 unit akan disumbangkan kepada warga di Kecamatan Banyumanik, Ngaliyan, Pedurungan dan Tembalang,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Kamis, (5/2) kemarin.

Program ini juga untuk menumbuhkan empati kepada seluruh komponen masyarakat Kota Semarang. Dengan adanya bantuan ini diharapkan mampu membangun kebersamaan erat. ”Kami berharap kepada warga yang memperoleh bantuan ini supaya selalu merawat dan memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Sehingga bantuan ini bisa menjadi relatif tahan lebih lama,” harapnya.

Sementara, dari pihak YWBS Semarang, Budi Laksono mengatakan program yang sudah berjalan ini juga bertujuan untuk mendorong kepada warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Dengan adanya dorongan ini masyarakat Semarang akan memiliki jamban sendiri. ”Pasalnya, penyakit diare, dan lainnya ditimbulkan dari kotoran manusia yang tidak dibuang pada tempatnya. Apalagi kondisi masyarakat di Kota Semarang masih banyaknya warga yang belum memiliki jamban di rumah,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan dalam program yang sama pada pada tahun lalu bersama Kodam IV/Diponegoro juga telah membantu 1.500 unit jamban. Bantuan jamban akan terus dilakukan mengingat jumlah warga yang belum memiliki jamban ada sekitar 30 kepala keluarga (KK). ”Konsepnya sederhana. Kota ini tidak akan maju jika tidak dikeroyok bersama. Oleh karenanya diperlukan super tim yang bersama mendukung dan memajukan pembangunan,” ungkap wali kota. (mha/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.