Ribuan Istri Gugat Cerai Suami

392

KAJEN – Faktor ekonomi menempati urutan pertama penyebab istri menggugat cerai suaminya. Dari 1.939 perkara yang diterima Pengadilan Agama Kabupaten Pekalongan di tahun 2014, sebagian besar merupakan gugatan cerai yang dilakukan sang istri kepada suami. Sisanya, merupakan talak.

Panitera Muda Hukum pada Pengadilan Agama Kajen Kabupaten Pekalongan, M Munjid Sudinoto mengatakan, terdapat 1.257 perkara gugatan cerai istri kepada suami pada 2014. “Pada 2014, ada 1.257 istri yang menggugat cerai suami. Kemudian 410 kasus adalah perceraian karena talak,” terangnya, kemarin.

Tingginya gugatan itu, kata Munjid, sebanyak 613 kasus disebabkan karena faktor ekonomi. Kemudian urutan selanjutnya yakni 468 kasus karena faktor ketidakharmonisan dan 397 kasus karena alasan tidak ada tanggung jawab dari salah satu pihak. “Sebenarnya ada faktor-faktor lain, namun yang paling dominan faktor ekonomi,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki, dari tahun ke tahun angka perceraian di Kabupaten Pekalongan mengalami peningkatan. Pada 2013, terdapat 1.753 berkas perceraian dan mengalami peningkatan senilai 10,61 persen pada 2014 menjadi 1.939.
Pada 2013, masih ada sisa perkara sebanyak 489 berkas perceraian. Sehingga pada 2014 terdapat 2428 kasus. “Dari 2.428 kasus perceraian, 1.889 perkara diantaranya sudah diputus di persidangan,” kata Munjid.

Kendati berpotensi mengalami kenaikan, Munjid mengatakan, pihaknya berharap perkara perceraian dapat berkurang dengan melakukan mediasi kepada kedua belah pihak. Hal itu dilakukan sebelum masuk ke tahapan persidangan. “Sedapat mungkin perkara itu agar bisa dicabut sebelum menempuh proses persidangan. Namun jika mediasi gagal, terpaksa perkara dilanjutkan,” imbuhnya.

Tren peningkatan itu terlihat dari data pada 2011 yang terdapat 1.511 berkas perceraian. Dari jumlah itu terdapat 946 perkasa dengan putusan cerai. Pada 2012 terdapat 1.740 berkas perceraian dengan 1.614 putusan cerai. Kemudian pada 2013 terdapat 2.235 berkas perceraian dengan 1.746 putusan cerai. Pada 2014 terdapat 2.428 berkas dengan 1.889 putusan cerai. (hil/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.