Tiga Bulan, 97 Warga Terserang DBD

377

BATANG – Selama tiga bulan terakhir sejak November 2014 hingga awal Februari 2015, sebanyak 97 warga Kabupaten Batang terserang demam berdarah dengue (DBD) yang tersebar pada Kecamatan Batang, Tulis, Limpung dan Gringsing.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, warga yang terserang DBD pada November 2014 sebanyak 29 warga, Desember 12 warga dan 51 warga pada bulan Januari hingga awal Februari 5 warga. Subari, 34, warga Kelurahan Proyonanggan, Kecamatan Batang, mengungkapkan bahwa sebulan terakhir ada 2 warganya yang telah terserang DBD, dan sempat dirawat RSUD Kraton Pekalongan. Dirinya berharap agar Dinas Kesehatan setempat segera melakukan penyemprotan atau fogging di Kelurahan Proyonanggan. “Kita pernah lapor ke pihak kelurahan, agar segera dilakukan fogging untuk membunuh sarang nyamuk. Namun hingga kini belum dilakukan,” ungkap Subari.

Sementara itu, Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) Dinas Kesehatan Batang Agus Dwi Purnomo menjelaskan saat ini masyarakat diminta untuk mewaspadai serangan DBD. Menurutnya, dalam rentang tiga bulan terakhir, jumlah warga yang terkena DBD di Kabupaten Batang sudah mencapai 97 orang. Yakni bulan November 29 orang, Desember 12 orang, dan dari Januari sampai awal Februari ini, meningkat cukup tajam menjadi 56 orang. ‘ Data ini berdasarkan laporan yang masuk ke Dinas Kesehatan. Termasuk laporan dari tingkat desa. Sampai sekarang, belum ada laporan warga yang meninggal dunia karena DBD,” jelas Agus Dwi.

Dia mengatakan, serangan DBD mayoritas terjadi pada anak-anak dan beberapa orang dewasa. Menurutnya, masyarakat harus waspada jika ada orang terkena gejala serangan DBD. Seperti panas tinggi tidak turun-turun, nafsu makan berkurang, muntah, timbul bintik-bintik kemerahan serta sering mengalami mimisin. ”Kalau ada orang yang memiliki gejala seperti itu, bawa mereka ke tempat layanan kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas atau dokter praktek, untuk mendapat penanganan supaya tidak terlambat,” katanya

Agus juga menandaskan, serangan DBD bisa dicegah dengan gerakan pembersihan sarang nyamuk (PSN), pada tempat-tempat yang ada genangan airnya. Dengan menguras bak mandi, menimbun botol-botol bekas yang ada genangan airnya, membersihkan vas bunga yang ada airnya agar nyamuk Aedes Aegepty tidak berkembang.

”Waspadai genangan air saat musim penghujan seperti sekarang ini. Termasuk pada anak-anak yang bermain di kebun, sebab di kebun bisa ada botol bekas yang tergenang air,” tandasnya. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.