Efisiensi, Ratusan Kendaraan Dilelang

440
HINDARI PEMBOROSAN: Ratusaan kendaraan dinas roda dua yang akan dilelang Senin depan tetata rapi di belakang gedung balai kota, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)
HINDARI PEMBOROSAN: Ratusaan kendaraan dinas roda dua yang akan dilelang Senin depan tetata rapi di belakang gedung balai kota, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)
HINDARI PEMBOROSAN: Ratusaan kendaraan dinas roda dua yang akan dilelang Senin depan tetata rapi di belakang gedung balai kota, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)

BALAI KOTA – Pemerintah Kota Semarang segera melelang 245 unit kendaraan dinas yang selama ini digunakan untuk operasional pegawai negeri sipil (PNS). Lelang itu untuk efisiensi perawatan dan menghindari pemborosan.

”Lelang ini untuk efisiensi biaya perawatan dan BBM (bahan bakar minyak),” tegas Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang, Yudi Mardiana, Jumat (6/2).

Kendaraan yang dilelangkan terdiri atas 177 unit kendaraan roda dua, 4 unit kendaraan roda tiga, 22 unit kendaraan roda empat, dan 42 kendaraan roda enam. Lelang dilakukan pada hari Senin (9/2) menggunakan sistem elektronik atau online. Proses lelang diserahkan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). ”Itu kendaran dinas dari berbagai satuan kerja perangkat daerah, seperti Dinas Pendidikan, DPKAD, BLH, Dinas Kesehatan, dan Dinas Kebersihan. Pelaksanaan lelang oleh KNKL,” ujar Yudi.

Pemkot Semarang menetapkan tarif jaminan senilai Rp 500 juta untuk penjualan bekas kendaraan dinas yang dijual secara paket itu. Masing-masing kendaraan dikeluarkan sejak tahun1979, 1987, 1995, dan 2003 itu sebagian besar tak bisa dipakai karena mesinnya sudah mati. Rata-rata itu kendaraan roda dua yang sebelumnya lama tak terpakai. ”Bagi peserta lelang ada tarif jaminan senilai Rp 500 juta, jika tidak menang uang akan kembali,” katanya.

Yudi menjamin proses lelang itu sesuai aturan karena mengacu ketentuan yang diatur oleh undang-undang. Pembayaran lelang yang dilakukan secara online itu juga menghindari pertemuan langsung antara panitia dengan peserta lelang.

Terpisah, Direktur Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) Kota Semarang Dini Inayati menilai sistem lelang sejumlah aset kendaraan milik Pemkot Semarang tak rawan terjadi pelanggaran bila dilakukan terbuka. Dalam sistem itu akan mudah diketahui siapa penawar tertinggi karena terbuka secara online. Meski begitu Dini menyatakan tetap memantau untuk melihat apakah ada kejanggalan dalam proses lelang. ”Termasuk sejumlah peserta lelang yang telah tercantum,” kata Dini sembari menambahkan, tingkat kerawanan penjualan aset negara secara online itu rendah dibanding ketika negara membeli aset. (zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.