Korban Tenggelam Belum Ditemukan

334
KERJA KERAS : Tim SAR menggunakan perahu karet masih menyisir Sungai Pencongan untuk mencari korban M Mahbub Al Hafid yang diduga tenggelam. (Hanafi/radar semarang)
KERJA KERAS : Tim SAR menggunakan perahu karet masih menyisir Sungai Pencongan untuk mencari korban M Mahbub Al Hafid yang diduga tenggelam. (Hanafi/radar semarang)
KERJA KERAS : Tim SAR menggunakan perahu karet masih menyisir Sungai Pencongan untuk mencari korban M Mahbub Al Hafid yang diduga tenggelam. (Hanafi/radar semarang)

PEKALONGAN – M. Mahbub Al Hafid, 16, warga Desa Mayangan, Kecamatan Wiradesa dilaporkan menghilang di sekitar sungai Pencongan Pekalongan, saat hujan deras Rabu, (4/2) petang. Sampai berita ini ditulis, Jumat petang (6/2) keberadaan korban belum diketahui.

Dari informasi yang dihimpun Radar Semarang, keluarga siswa berkebutuhan khusus tersebut tidak punya firasat apapun. “Hanya saja, selama satu bulan terakhir dia sering menangis sendiri dan ngomong banyak dosa. Selama ini, padahal anaknya rajin salat 5 waktu,” ucap Ayah angkat korban, Kumaidi, 53.

Terakhir korban mengatakan teringat ayah dan ibunya yang sudah meninggal dunia. Dan gelisah banyak dosa kira-kira Tuhan mengampuninya atau tidak. “Dia juga terus bicara apakah Tuhan mengampuninya. Dia juga terus mengaku tidak bisa tidur karena takut pada pukul 00.00 bencana kiamat akan terjadi,” terang Kumaidi. Juga diketahui korban sebelumnya menonton film bertema kiamat “2012”, sehingga dia terpengaruh film tersebut.

Guru kelas 10 SMA Luar Biasa (SMALB) Negeri Wiradesa, Kabupaten Pekalongan Ernawati, mengatakan bahwa Mahbub memiliki hobi elektronik. “Korban mengatakan ingin memiliki mesin waktu seperti milik Doraemon. Agar bisa kembali ke masa lalu. Sehingga bisa mengulangi hidup agar tidak banyak dosa,” jelas dia. Ditambahkan Erna, mesin itu menurut Mahbub bukan barang mustahil. Karena orang Amerika sudah menemukanya.

Dari pantuan di lapangan, pencarian korban di sekitar sungai Pencongan sampai Jumat (6/2) petang kembali dihentikan karena semakin gelap dan hujan deras. Setelah kemarin juga dihentikan dengan alasan serupa. Pencarian dimulai sejak pagi hari pukul 08.00 oleh tim SAR gabungan. Masyarakat sekitar juga cukup antusias melihat proses pencarian tersebut.

Menurut Kapolsek Tirto AKP Trismiyanto, kepastian tenggelamnya korban dari pihak desa baru didapatkan pada Kamis pagi. “Kami langsung menghubungi tim SAR dari Sabhara dan sejumlah tim SAR lainnya, baik dari swasta, relawan dan Basarnas Semarang untuk melakukan pencarian terhadap korban,” katanya, Jumat (6/2).

Ditambahkan Hengky dari BPBD Kota Pekalongan yang turut mengerahkan timnya, pencarian korban sudah dilakukan dengan menyisir sungai Pencongan sampai hulu sungai. “Jarak pencarian kami perluas sampai sampai 5 kilometer. Selain menggunakan teknik gelombang air untuk mengangkat benda dari dasar sungai. Kami juga lakukan penyisiran secara manual. Di sepanjang sungai, dengan turun langsung mencari di setiap sudut oleh personel kami, ” jelas dia.

Keluarga tetap berharap Mahbub bisa ditemukan baik masih hidup atau jenazahnya. Selama pencarian keluarga dan juga guru korban harap-harap cemas di lokasi pencarian. (han/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.