Narkoba Sasar Remaja

320

KENDAL – Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang makin marak terjadi dikalangan remaja. Dari data BNN Kendal, setidaknya ada 13 kasus dan ada 20 orang ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan narkotika. Kasi Pencegahan Narkotika BNN Kabupaten Kendal, Sapto Nugroho mengaku prihatinan karena korban pemakai penyalahgunaan narkotika adalah kalangan remaja. Bahakn belum lama ini ada dua remaja yang tertangkap karena menggunakan narkoba. “Satu pengangguran dan satu lagi masih berstatus pelajar,” katanya, Jumat (6/2).

Tugas BNN selaku pembratas narkotika hanya melakukan penangkapan dan membawa korban pemakai rehabilitasi. Sedangkan kewenangan menangkap ada pada kepolisian. “Apabila korban ditemukan sudah pada tahap pecandu maka wajib untuk direkomendasikan dan dibawa ke panti rehabilitasi,” tambahnya.

Staf pemberantasan narkoba BNN Kendal, Muhammad Reza Nugroho mengatakan, perlu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya akan narkoba. Sebab, bagi para pemakai yang sudah kecanduan untuk bisa diselamatkan dan dibawa ke panti rehabilitasi sangat sulit. “Umumnya, mereka yang terkena dan pecandu narkoba enggan melaporkan diri. Padahal, itu butuh kesadaran dari diri sendiri juga peran keluarga. Alasannya malu dan sebagainya,” katanya.

Dari temuan di lapangan para pelajar yang menggunakan narkoba, rata-rata disebabkan dari latar belakang keluarga yang tidak harmonis. Seperti perceraian, atau tidak ada perhatian dari orang tua ke anak. Sehingga hal itu berpengaruh terhadap anak-anaknya, lepas dari pengawasan dan peran orang tua. “Akhirnya karena anak tidak mendapatkan perhatian, mereka bergabung dengan ajakan dari teman-temannya untuk coba-coba pakai narkoba dan akhirnya menjadi ketagihan,” imbuhnya.

Dari data penyalahguna narkoba berdasarkan jenisnya, yang paling marak sabu-sabu, ganja dan psikotropika yang masuk dalam daftar G. “Makanya bagi orang tua yang memiliki anak usia remaja harus lebih perhatian, sebab anak dalam masa puber seperti ini sedang berusaha menemukan jati dirinya. Jadi harus diberikan pengertian agar jangan sampai salah jalan,” tambahnya. (bud/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.