Oknum Polisi ’Sabu’ Akhirnya Dipecat

451

BARUSARI – Anggota polisi yang pernah bertugas sebagai Reserse Kriminal (Reskrim) Polda Jateng, Briptu Agus Winarno, akhirnya diganjar sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipecat. Briptu Agus dipecat setelah pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada Kamis (6/2) lalu, ia divonis 5 tahun penjara serta denda Rp 400 juta subsider 2 bulan kurungan oleh majelis hakim.

”(Briptu Agus Winarno, Red) Sudah di-PTDH, tinggal tanda tangan surat keputusan saja,” kata Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jateng, Kombes Pol Hendra Supriatna ditemui usai salat Jumat di Mapolda Jateng, kemarin (6/2).

Dikatakan Hendra, kesalahan Agus tidak bisa ditoleransi, mengingat telah berulang kali diperingatkan. Ia tersandung kasus narkoba jenis sabu saat bertugas sebagai anggota Reserse Kriminal Umum Polda Jateng. Kala itu, ia sudah disidang kode etik. Bahkan putusan sidang kode etik menyatakan Agus di-PTDH. Tapi rupanya ia tidak terima, dan melakukan banding. Dia kemudian dipindahtugaskan sementara di RS Bhayangkara. Agus termasuk dalam catatan polisi nakal yang mendapat pengawasan atasan dan dalam masa pembinaan. Ternyata bukannya sembuh, Agus malah kembali terlibat menjadi pengedar sabu. ”Tinggal menunggu, nanti diupacarakan,” ujarnya.

Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol Aloysius Liliek Darmanto, membenarkan bahwa pelanggaran Briptu Agus Winarno sudah sangat berat. ”Anggota yang tidak masuk dinas 30 hari berturut-turut saja bisa dipecat, apalagi ini sudah divonis 5 tahun penjara,” katanya.

Briptu Agus Winarno dipindah di RS Bhayangkara dalam masa pembinaan dan diawasi ketat. Di rumah sakit itu, Agus biasa bertugas sebagai petugas pengangkut mayat. ”Meski melakukan pelanggaran, sebenarnya masih diberi pertimbangan-pertimbangan. Makanya dia ditugaskan di RS Bhayangkara, bagian angkut-angkut mayat. Tapi ternyata malah mengulangi (jadi pengedar sabu, Red) lagi,” kata Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng, Kombes Pol Rini Muliawati.

Briptu Agus sendiri ditangkap pada Selasa (9/10/2014) sekitar pukul 22.30 di pintu keluar SPBU Banyumanik Semarang, atau sebelah utara Markas Komando Brimob Polda Jateng. Petugas menyita barang bukti sabu seberat 2,3 gram.

Sebelumnya, dia juga pernah ditangkap di tempat kos di daerah Pleburan, Semarang saat hendak bertransaksi sabu seberat 0,56 gram, Rabu (13/5/2009) silam. Saat itu, dia dipidana 3 bulan 20 hari dan inkracht. Sidang kode etik dalam perkara itu dilakukan pada 2011. Hasilnya direkomendasikan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Namun saat itu, ia masih memperoleh pertimbangan. (amu/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.