Jelang Imlek, Bagi Angpao Rp 300 Juta

510
BAGI REZEKI: Para warga lansia keturunan Tionghoa saat antre angpao di Kelenteng Tay Kak Sie kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
BAGI REZEKI: Para warga lansia keturunan Tionghoa saat antre angpao di Kelenteng Tay Kak Sie kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
BAGI REZEKI: Para warga lansia keturunan Tionghoa saat antre angpao di Kelenteng Tay Kak Sie kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

PURWODINATAN – Jelang perayaan Imlek, Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie berbagi angpao. Sedikitnya 1.500 warga lanjut usia (lansia) keturunan Tionghoa menerima amplop berisi uang Rp 200 ribu dari kelenteng yang berada di Gang Lombok, Semarang tersebut.

Ketua panitia Andrianus Adriono mengatakan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut tahun baru Cina atau Imlek. Pembagian angpao dimulai pukul 07.00-12.00. Pemberian angpao untuk warga Tionghoa ini dimaksudkan agar mereka dapat membeli berbagai keperluan untuk merayakan Imlek khususnya peranti untuk sembahyang leluhur.

”Yang menerima angpao rata-rata berusia 60 tahun ke atas yang berasal dari etnis Tionghoa dengan agama bebas. Ini sudah yang ke-10 kita gelar Mas. Jumlah penerimanya sekitar 1.500 orang, meningkat dibanding tahun lalu sebanyak 1.200 orang,” jelas Andrianus kepada Radar Semarang, Minggu (8/2)

Ditambahkan, selain terjadi peningkatan jumlah penerima, besarnya angpao yang dibagikan pun meningkat menjadi Rp 200 ribu dari sebelumnya Rp 150 ribu. Sehingga angpao yang dibagi kurang lebih Rp 300 juta. ”Tahun ini makin banyak donaturnya, jadi makin banyak pesertanya. Sistem penjaringan donatur yang kami lakukan dari mulut ke mulut tidak melalui proposal. Awalnya dari lingkungan sini saja, sekarang menyebar menjadi lebih banyak yang peduli sosial,” ungkapnya.

Dikatakan, penerima angpao sudah didaftar 2 minggu sebelumnya. Sebagian besar adalah warga Tionghoa yang sudah lanjut usia dan kurang mampu. Bahkan, sebagian besar penerima sudah menggunakan alat bantu berjalan dan kursi roda. Syarat pencarian dengan membawa KTP dan pas foto berwarna.

Humas Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie, Gunawan, kegiatan bagi-bagi angpao digelar rutin setiap tahun menjelang Imlek. Dalam setahun, ada 2 kali pembagian rezeki kepada lansia. Yang pertama, menjelang Imlek berupa bagi-bagi angpao, dan kedua sembahyang arwah berupa pembagian paket sembako.

Dia punya alasan tersendiri kenapa yang menerima hanya warga Tionghoa dan bebas dari semua agama. ”Sengaja untuk warga Tionghoa karena ini juga sebagai bentuk silaturahmi etnis Tionghoa. Di dalamnya bebas agama agar bagi mereka yang tidak mampu ingin merayakan. Kami fasilitasi bersama, istilahnya perayaan akbar,” kata Gunawan.

Salah satu penerima angpao, Oe Wan Lie, warga Kentangan Barat, Semarang Tengah mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan bagi-bagi angpao tersebut. ”Semoga masih banyak lagi donatur-donatur yang peduli pada lansia,” harapnya

Hal senada diungkapkan Sioe Nio, warga Brondongan Kecil. Ia berharap pemerintah juga memperhatikan nasib kaum lansia. ”Harapanya bukan hanya Kelenteng Tay Kak Sie saja yang peduli, tapi pemerintah juga harus turut berpartisipasi. Setidaknya nasib lansia diperhatikan,” harapnya. (mg21/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.