Nikmati Jajanan Suasana Gelap

542
PETENGAN: Warga Semarang tampak antusias mendatangi Festival Kuliner Petengan di Kampung Bustaman sebagai rangkaian dari ’Bok Cinta’ Tengok Bustaman 2, Sabtu-Minggu (7-8/2) kemarin. (FOTO: IST)
PETENGAN: Warga Semarang tampak antusias mendatangi Festival Kuliner Petengan di Kampung Bustaman sebagai rangkaian dari ’Bok Cinta’ Tengok Bustaman 2, Sabtu-Minggu (7-8/2) kemarin. (FOTO: IST)
PETENGAN: Warga Semarang tampak antusias mendatangi Festival Kuliner Petengan di Kampung Bustaman sebagai rangkaian dari ’Bok Cinta’ Tengok Bustaman 2, Sabtu-Minggu (7-8/2) kemarin. (FOTO: IST)

PURWODINATAN – Selama dua hari, (7-8/2), suasana Kampung Bustaman seolah kembali ke zaman dulu ketika listrik belum masuk desa. Ya, ketika malam datang, semua lampu penduduk dipadamkan. Hanya mengandalkan pencahayaan dari teplok atau senthir yang digantung di setiap tembok rumah.

Sensasi makin menggugah ketika warga kampung menggelar festival kuliner di bawah sinar temaram tersebut. Beberapa warga berjualan jajanan pasar dan olahan daging kambing. Sensasi inilah yang ditawarkan warga pada pengunjung kampung.
Lisa Aprillya, warga Kampung Bustaman RT 4 RW 3, misalnya. Sudah sejak sore menyiapkan penerangan senthir di depan rumahnya. ”Kalau nggak punya lampu minyak, kami bikin sendiri menggunkan gelas kaca dikasih minyak goreng dan kapas,” terangnya.

Tak hanya Lisa yang larut dalam keremangan, para remaja lain pun ogah kalah. Memeriahkan acara, para remaja mempersiapkan pertunjukan di depan MCK. Di sanalah para remaja bersama aksi spontan para penonton bermain musik

Ketua RW 3 Wahyuno, menambahkan kegiatan-kegiatan ini sangat positif untuk menyalurkan bakat remaja dan potensi kampung. ”Tak ada keraguan terhadap warga, mereka selalu antusias dengan ide-ide segar,” ujarnya.

Selama dua hari para pengunjung pameran dimanjakan aneka jajanan yang tersebar di sudut-sudut gang Bustaman. Bramandita Iqbal, mahasiswa Seni rupa Universitas Negeri Semarang (USM) tak segan merogoh koceknya untuk mencicipi aneka makanan di Bustaman. ”Sembari menikmati pameran, saya bisa makan sepuasnya,” katanya.

Bagaimana tidak murah, jika satu tusuk sate kambing dibanderol Rp 1.500. Kesempatan itu tak disia-siakan pengunjung untuk rela antre menikmati sensasi makan malam di kampung yang serbagelap.

Festival Kuliner Petengan tersebut merupakan bagian dari pameran seni ’Bok Cinta’ Tengok Bustaman 2. Sebanyak 20 karya yang dihasilkan oleh 10 seniman dipajang di seantero gang dari 31 Januari hingga 15 Februari. (mg16/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.