Optimistis Hadapi MEA

815

PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU TINGGI PEMINAT : Pelanggan emas tengah melihat-lihat koleksi Mustika Gold Magelang di gerai Grabag akhir pekan lalu.
PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU
TINGGI PEMINAT : Pelanggan emas tengah melihat-lihat koleksi Mustika Gold Magelang di gerai Grabag akhir pekan lalu.

MAGELANG – Banyak yang memandang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi ancaman bagi perekonomian Indonesia. Berbeda dengan pengusaha emas, yang justru optimistis emas akan tetap menjadi investasi yang menjanjikan hingga memasuki pasar bebas itu.
Pemilik toko emas HK Mustika Gold Magelang (MGM), Slamet Santoso, mengaku penjualan emas diprediksi akan menguat seiring suhu politik di Indonesia mereda. Tahun ini kata dia, menjadi tahun pemulihan daya beli masyarakat terhadap perhiasan.
“Sebagai pengusaha dan rakyat Indonesia, tentu tidak boleh pesimis. Tapi perlu berbenah soal strategi marketing, sehingga kita semua siap menghadapi MEA,” ujar pria yang akrab disapa HK tersebut, di sela-sela pengundian hadiah pelanggannya di gerai terbaru HK MGM di Pasar Grabag, Sabtu, (7/2) sore lalu.
Selain marketing yang harus diperbaiki, kreativitas dan inovasi juga harus ditingkatkan. Produsen maupun pengusaha harus mampu menyuguhkan produk yang baik dari sisi kualitas dan kuantitasnya.
“Kita juga harus ulet. Semua harus bersinergi dan diperbaiki, supaya kita tidak tergerus,” akunya.
Dia berujar, MEA harusnya dijadikan cambuk bagi pengusaha dan masyarakat agar bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Sehingga, begitu MEA diberlakukan akhir Desember 2015 nanti, Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain.
“Kita semua harus percaya diri. Kalau belum dijalani sudah menyerah, yang pasti akan lemah. Tapi kalau kita yakin akan bisa bersaing, maka akan semakin kuat,” tandasnya.
HK makin yakin melihat penduduk tanah air banyak yang memberikan kontribusi besar untuk negara lain, seperti menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI). Keahlian yang dimiliki warga negara Indonesia, kata dia banyak diperhitungkan di dunia.
“Negara kita punya pnduduk yang cukup besar dan menjadi satu big market bagi produk seluruh dunia,” terangnya.
Pihaknya mengaku, ekspansi usaha juga perlu dilakukan agar makin memperluas jaringan. Tenaga kerjapun akan makin banyak yang terserap. “Sekarang daerah-daerah penyangga (kecamatan, Red) sudah mulai membaik perekonomiannya. Mereka juga sudah mulai menyadari bahwa berinvestasi itu penting. Salah satunya menginvestasikannya pada emas,” jelasnya.
Kata HK, meski harga emas cukup fluktuatif, namun emas tetap menjadi simpanan yang menjanjikan dari tahun ke tahun. Emas juga bisa sebagai perhiasan yang bisa dipakai untuk mempercantik diri. “Jadi bisa berhias, tapi sekaligus menabung,” ucapnya.
Sebagai pengusha emas generasi ke-3 dari keluarganya, HK mengaku di Kota Magelang peminat baru terus tumbuh. Khusus di Kota Sejuta Bunga, cincin menjadi perhiasan favorit disusul beberapa perhiasan lainnya termasuk berlian.
“Contohnya kami buka di sini (Grabag, Red) karena memenuhi permintaan pelanggan kami di sini yang kejauhan bila harus ke kota. Mereka sudah memperhitungkan biaya jarak tempuh. Uang untuk beli bensin, bisa digunakan untuk tambahan beli emas,” pungkasnya. (put/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.