Tampilkan Sexy Dancer, FloweRun Dikritik

344

MAGELANG – Acara Magelang FloweRun 2015 yang menampilkan sexy dancer di panggung alun-alun kota Minggu (8/2) kemarin menuai kritikan. Pasalnya, penampilan penari yang seksi, dengan rok mini dan bra ditutup baju sobek-sobek itu ditonton oleh semua kalangan peserta olahraga ceria tersebut. Tak terkecuali anak-anak.
Panitia dinilai tidak memperhitungkan rundown acara yang terkesan vulgar itu dipamerkan kepada publik terbuka, di saat Kota Magelang sedang menggaungkan wisata religi maupun edukasi.
Budayawan Agung Begawan Prabu, mengaku geram dengan panitia yang mengemas even terlalu kebarat-baratan itu. Apalagi kata dia, kurang pas apabila tarian seperti itu dipertunjukan di kota transit. Padahal di sekitar alun-alun banyak tempat ibadah. Di belakang panggung ada Masjid Agung, di samping kanan panggung ada Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio, dan ada gereja pula.
“Seperti ini bisa mencoreng budaya Kota Magelang,” kata penggiat budaya lokal itu dengan raut memerah, kemarin.
Selain Prabu, Duta Wisata (Duwis) Kota Magelang, Purwo Nur Hidayat, menyesalkan kejadian itu. Dia menyayangkan pihak terkait menerbitkan izin pelaksanaan.
“Mereka nggak melihat apakah nanti semua pesertanya sudah cukup umur atau ada yang di bawah umur? Lalu ada unsur mendidiknya apa enggak? ” ungkap Purwo dengan kesal.
Menurut pemuda yang dinobatkan sebagai Mas Jawa Tengah 2014, tarian erotis yang kurang layak dipertontonkan itu dapat memperburuk mental pemuda di Magelang. Pemerintah maupun Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) juga seakan tak diajak rundingan terkait satu hal itu.
Tidak hanya itu, awak media juga sempat diusir oleh pihak panitia yang hendak meliput. Baik media televisi maupun cetak, tidak diperkenankan mengambil gambar dari jarak dekat bahkan di atas panggung.
Sebelumnya, acara yang sempat menghebohkan masyarakat Magelang tersebut juga membuat salah satu pekerja pemasang panggung terjatuh hingga pingsan karena diduga tersetrum kabel listrik. Siti, salah satu pedagang yang sempat melihat kejadian itu, tak tega menyaksikan seorang laki-laki yang tertimpa tangga.
“Saya lihat darahnya keluar dari telinga,” ucapnya.
Terpisah, setelah pelepasan peserta di garis start, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, mengaku acara yang unik tersebut mampu menyedot wisatawan sekitar 6.000-an datang ke kota jasa. “Namun, tetap harus dievaluasi. Nanti akan dikaji dan dilihat respons masyarakat, dampak positif dan negatifnya nanti seperti apa,” tuturnya sebelum sexy dancer tampil kemarin. (put/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.