Tiga Desa Rawan Banjir Bandang

501

Sumali ibnu chamid/radar kedu ANCAMAN : Sejumlah warga tengah menonton waduk tiban di Desa Parikesit Kecamatan Kejajar. Waduk yang terbentuk karena air sungai yang tersumbat longsoran ini bisa memicu banjir bandang kawasan di bawahnya.
Sumali ibnu chamid/radar kedu
ANCAMAN : Sejumlah warga tengah menonton waduk tiban di Desa Parikesit Kecamatan Kejajar. Waduk yang terbentuk karena air sungai yang tersumbat longsoran ini bisa memicu banjir bandang kawasan di bawahnya.

WONOSOBO – Ancaman banjir bandang patut diwaspadai oleh tiga desa di Kecamatan Kejajar, meliputi Surengede, Krakal dan Kejajar Wetan. Pasalnya sejak Jumat (6/2) pagi, terjadi longsor lahan pertanian di Desa Parikesit, Kecamatan Kejajar. Material longsor menyumbat hulu saluran Sungai Serayu, kemudian menjadi waduk. Apabila sampai jebol, bisa terjadi banjir dan mengenai tiga desa di bawahnya.
Desa Parikesit, Kecamatan Kejajar berada di dekat mata air Bima Lukar Dataran Tinggi Dieng, jaraknya sekitar tiga kilometer. Di sebelah timur desa itu, mengalir Sungai Serayu yang menampung aliran sungai hujan dan sungai warga. Aliran sungai melewati beberapa desa di bawahnya, seperti Desa Surengede, Krakal, Kejajar dan lari hingga ke Kabupaten Banjarnegara setelah melewati beberapa kecamatan di Wonosobo.
Sejak Jumat pagi, sekitar pukul 07.00, karena curah hujan tinggi, terjadi longsor di lahan pertanian bertebing milik warga Parikesit, Mustangin. Tinggi longsoran sekitar 20 meter, kemudian material menyumbat saluran Sungai Serayu itu.
Kondisi ini diperparah dengan curah hujan yang tinggi, seharian kemarin sekitar 4 jam. Sehingga sumbatan air semakin melebar dan menggenangi lahan pertanian di seputar longsoran. Terjadilah seperti waduk dadakan.
Aktivis lingkungan LSM Bhineka Karya, Tafrihan mengatakan, berdasarkan hasil pantauan, waduk dadakan tersebut panjang mencapai 200 meter dengan lebar 50 meter. Kedalaman air diperkirakan mencapai 5- 7 meter. “Sampai saat ini, air belum bisa surut,”katanya.
Tafrihan mengatakan, keberadaan waduk tiban tersebut, sangat berbahaya bagi pemukiman warga tiga desa yang dilintasi aliran sungai tersebut, seperti Desa Surengede, Krakal dan Kejajar Wetan. Karena Desa Parikesit berada pada ketinggian 1968 meter dari permukaan air laut (mdpl). Sedangkan Desa Kejajar berada pada ketinggian 1443 mdpl.
“Kalau sampai jebol, air berlari sangat kencang dan bisa mengancam tiga desa. Semoga hal ini tidak terjadi. Tapi patut diantisipasi,” ujarnya.
Agus dari Tim Kerja Pemulihan Dieng (TKPD) mengatakan, dari kisaran ukuran di atas, maka debit air yang berada di waduk tiban tersebut sekitar 50.000 meter kubik. Kondisi ini, harus ditangani bersama agar tidak sampai jebol, karena bisa memicu banjir bandang terhadap beberapa desa di bawahnya.
“Antisipasinya air yang berada di dalam waduk tiban itu harus segera disedot,” tuturnya.
Bupati Wonosobo Abdul Kholiq Arif mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah terhadap masalah ini. Karena Desa Parikesit merupakan salah satu titik hulu Serayu. Kalau sampai waduk tiban tersebut jebol, tidak hanya kawasan Wonosobo yang terdampak, namun juga berakibat terhadap daerah di bawahnya yang dilintasi Sungai Serayu seperti Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Cilacap.
“Saya sudah koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jateng, karena ini menyangkut wilayah Jateng selatan,” tandasnya.
Kholiq juga sudah memerintahkan tim SAR dan warga di sekitar Kejajar, untuk bekerja sama mengatasi hal ini. Termasuh mengimbau warga di tiga desa yang bisa kena dampak untuk bersikap waspada.
“Warga yang mempunyai diesel pengangkat air, juga sudah kami minta untuk menyedot air, agar genangan air tidak terus meluas,” ungkapnya.
Minggu kemarin (8/2) warga Parikesit bersama tim SAR melakukan kerja bakti memindah tanah longsoran tersebut, agar air yang tersumbat dan sudah seperti waduk tiban tersebut, segera mengalir sehingga tidak menyebabkan banjir bandang terahap beberapa desa di bawahnya.
“Hari ini (kemarin, Red) kami gotong royong mencangkul tanah longsoran supaya air berkurang,”jelas Wahab Abdillah anggota tim SAR Wonosobo. (ali/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.