Dua Tersangka Beri Keterangan Berbeda

369
TUJUH BELAS ADEGAN: Dua tersangka pembunuhan memperagakan tindakan kejamnya dari awal. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
TUJUH BELAS ADEGAN: Dua tersangka pembunuhan memperagakan tindakan kejamnya dari awal. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
TUJUH BELAS ADEGAN: Dua tersangka pembunuhan memperagakan tindakan kejamnya dari awal. (Adityo Dwi/Radar Semarang)

JAGALAN – Dua tersangka kasus pembunuhan terhadap nenek Tan Tjoe Nio atau Ratnawati, 86, dikeler oleh tim Resmob Polrestabes Semarang, ke lokasi kejadian rumah korban di Kentangan Tengah Nomor 76, Kelurahan Jagalan, Semarang, Senin (9/2).

Keduanya diminta memperagakan atau rekonstruksi saat melakukan pembunuhan disertai perampokan uang Rp 40 juta, yang terjadi pada 27 Desember 2014 tersebut. Tersangka Suheri alias Gong Tol, 38, adalah pelaku utama yang melakukan eksekusi pembunuhan dan perampokan tersebut. Sedangkan tersangka Kim Hay alias Teguh, 36, menunggu di masjid tak jauh dari rumah korban.

Dua tersangka itu sendiri saling berseteru karena memberi keterangan berbeda kepada penyidik polisi. Keterangan versi Suheri, uang Rp 40 juta hasil rampokan, hanya dinikmati senilai Rp 800 ribu. Sedangkan sisanya dibawa kabur oleh tersangka Teguh.

Tersangka Teguh pun mengelak. Ia mengaku hanya diberi bagian Rp 500 ribu oleh Suheri. ”Saya hanya diajak. Saat itu, saya hanya menunggu dengan tidur di masjid dekat rumah korban,” kata tersangka Teguh, saat melakukan rekonstruksi di lokasi kejadian, kemarin.

Adegan pertama dalam rekonstruksi tersebut, tersangka Suheri memperagakan mulai saat keluar dari rumahnya, yang terletak di gang depan rumah korban. Ia kemudian bertemu Teguh dan mengajaknya. Mereka berdua kemudian merencanakan aksi dan mulai berjalan ke gang sempit di samping rumah korban.

Teguh sendiri mengaku tidak bisa memanjat pagar. Sehingga ia hanya menunggu di luar rumah korban. Sedangkan Suheri beraksi sendiri dengan memanjat pagar belakang rumah korban, menggunakan alat bantu kayu balok sepanjang 2 meter. Saat di ruang tengah, Suheri tak menyangka bahwa korban ternyata masih menonton televisi.

Karena aksinya tepergok, Suheri pun panik dan langsung membekap sang nenek dan menusukkan garpu mengenai pipi. Agar tidak teriak, korban dibekap menggunakan jaket sweater. Setelah korban tak berdaya, Suheri langsung menuju ke ruang kamar korban dan mengambil uang tunai Rp 40 juta di atas kasur yang ditumpangi bantal. ”Saya sendiri tidak tahu berapa jumlah uang yang didapat Suheri. Saya hanya dikasih Rp 500 ribu. Kemudian saya ke Salatiga beli burung,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto mengatakan, dalam rekonstruksi tersebut, tersangka memperagakan sebanyak 17 adegan. Aksi kejam yang dilakukan tersangka terdapat di adegan ke-8. Yakni Suheri menusukkan garpu di pipi korban. (amu/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.