Pengoperasian Pelabuhan Terkendala Izin

358
TUNGGU IZIN: Kondisi Pelabuhan Tanjung Kendal sudah selesai dibangun dimanfaatkan warga untuk berwisata. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
TUNGGU IZIN: Kondisi Pelabuhan Tanjung Kendal sudah selesai dibangun dimanfaatkan warga untuk berwisata. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
TUNGGU IZIN: Kondisi Pelabuhan Tanjung Kendal sudah selesai dibangun dimanfaatkan warga untuk berwisata. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL – Pembangunan pelabuhan Dermaga Tanjung Kendal sudah rampung. Tapi hingga kini pelabuhan yang digadang-gadang akan menjadi pesaing Pelabuhan Tanjung Emas Semarang oleh Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti itu sampai saat ini belum juga dioperasikan. Kepala Dinas Perhubungan, Subarso mengatakan, semua persiapan untuk pengoperasian Pelabuhan Kendal sudah selesai. Mulai dari penyediaan listrik, air bersih, rambu-rambu dan lampu navigasi pelabuhan. “Termasuk tenaga SDM juga sudah kami berikan pelatihan tentang pelabuhan,” katanya, Minggu (8/2).

Kendala untuk mengoperasikan pelabuhan yakni ada pada belum turunnya izin operasional dari Kementrian Perbuhungan. Pihaknya mengaku sudah mengajukan izin ke Kementrian Perhubungan mulai akhir 2014 lalu. Sekarang ini, pihaknya sedang menunggu turunnya izin. ““Jadi belum bisa dioperasikan, karena belum ada izin dari Kementrian Perhubungan. Begitu izin turun bisa langsung kami operasikan, karena semua sudah siap, termasuk tenaga kesyahbandaran,” imbuhnya.

Pemecah ombak atau break water diakunya sudah selesai dibangun pada akhir 2014 lalu. Begitu pula dengan kedalaman minimal untuk kapal-kapal bersandar di area dermaga sudah dilakukan pengerukan. Hal itu untuk menjamin kapal aman saat akan masuk dan bersandar di pelabuhan.

Untuk akses masuk, diakuinya sudah selesai satu lajur untuk arah masuk. Sedangkan lajur lainnya saat ini masih diusulkan anggarannya melalui APBN sebesar Rp 42 miliar. “Belum tahu bisa dibangun kapan, karena baru diajukan, kemungkinan baru disetujui nanti 2016,” tambahnya.

Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti mengatakan, selain belum turunnya izin dari Kementrian Perhubungan, alasan lain adalah belum selesainya tujuan Pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah yang menjadi sandaran kapal dari Kendal. “Sebab Pelabuhan Tanjung Kendal nantinya beroperasi sebagai jalur penyebrangan Kendal, Jateng-Kumai, Kalimatan Tengah. Sebenarnya Pelabuhan Kumai dibangun lebih dulu dari Kendal, tapi sampai sekarang belum jadi, jadi kami belum bisa mengoperasikannya,” katanya.

Makanya, menunggu sampai mengoperasikan, ia meminta kepada Dinas Perhubungan untuk menyiapkan SDM dan sarana-prasrana. Seperti rambu-rambu, tempat sandaran, penyediaan air bersih, penyediaan listrik dan lainnya. “Sambil menunggu pelabuhan Kumai selesai dibangun, kami mulai persiapkan SDM dengan memberikan pendidikan pelatihan dan melengkapi sarana dan prasarana. Harapannya, tahun ini bisa dioperasikan,” tandasnya. (bud/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.