Sarankan Dukcapil Jemput Bola

357
PEREKAMAN : Warga Desa Timbel,Kecamatan Bawang, saat melakukan perekaman E-KTP di kantor Disdukcapil Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
PEREKAMAN : Warga Desa Timbel,Kecamatan Bawang, saat melakukan perekaman E-KTP di kantor Disdukcapil Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
PEREKAMAN : Warga Desa Timbel,Kecamatan Bawang, saat melakukan perekaman E-KTP di kantor Disdukcapil Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG–Meski Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah melakukan penghentian sementara terhadap perekaman E-KTP, namun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang tetap melakukan perekaman E-KTP. Pasalnya hingga kini, masih ada 70 ribu warga yang belum terekam E-KTP.

“Tidak terekamnya E-KTP pada warga Kabupaten Batang, sebagian besar karena bekerja di luar daerah dan usia jompo atau sakit. Sehingga warga tersebut, tidak bisa datang ke kantor Balaidesa untuk melakukan perekaman E-KTP,” kata Ketua DPRD Kabupaten Batang, Imam Teguh Raharjo, Senin (9/2) siang kemarin.

Karena itulah, pihaknya menyarankan agar peralatan rekam E-KTP yang ada di kantor kelurahan atau balai desa dapat dimaksimalkan. Perangkat desa setempat juga harus pro aktif dengan melakukan perekaman jemput bola.

“Kami sarankan agar pemerintah desa atau dukuh, ikut terlibat dalam pendataan rekam E-KTP yang saat ini belum tuntas tersebut. Sekdes, Kadus dan Kades, harus ikut terjun dan terlibat secara langsung dalam perekaman E-KTP,” ungkap Imam Teguh.

Imam Teguh juga menandaskan bahwa dengan adanya jemput bola, kesulitan dalam perekaman E-KTP dengan alasan warga jompo yang tidak bisa keluar rumah dapat teratasi. “Jika usianya sudah di atas 70 tahun, petugas perekam E-KTP dapat mendatangi rumah. Demikian juga bagi warga yang sakit yang tidak bisa datang ke kantor,” tandas Imam Teguh.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Batang, Kadar Ariyanto Hadi, membenarkan bahwa hingga saat ini, pihaknya masih melakukan perekaman E-KTP. Dari data warga yang harus terekam E-KTP, baru 85 persen jumlah penduduk Kabupaten Batang, yang sudah melaksanakan perekaman E-KTP dan 15 persen atau 70 ribu warga belum terekam.

“Sampai sekarang masih ada sekitar 15 persen penduduk Batang yang belum ikut rekam E-KTP atau sekitar 70 ribu orang. Namun kami terus berusaha agar semua penduduk bisa merekam e-KTP,” jelas Kadar Ariyanto Hadi.

Sementara itu, pihaknya juga masih menemukan adanya warga Batang, yang telah melakukan perekaman E-KTP lebih dari satu kali. “Pada 2015 ini perekaman E-KTP dapat selesai, meski ada remaja yang baru genap berusia 17 tahun akan membuat E-KTP. Namun untuk mencapai 100 persen memang susah, karena setiap waktu pasti ada pertambahan jumlah penduduk yang usianya baru menginjak 17 tahun dan harus memiliki KTP,” kata Kadar Ariyanto Hadi. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.