Telan Rp 4,7 M, Dewan Anggap Belum Maksimal

376

SEMARANG – Progam Jateng tanpa Lubang (JTL) yang dicanangkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ternyata membutuhkan dana tidak sedikit. Untuk penambalan jalan berlubang sampai 31 Januari, Dinas Bina Marga Jateng setidaknya harus mengeluarkan anggaran sekitar Rp 4,7 miliar. Alokasi dana ini diambil dari anggaran untuk pemeliharaan jalan APBD 2015. Dinas Bina Marga mengklaim sudah menambal 90,5 persen dari seluruh jalan berlubang di Jateng.

Kepala Dinas Bina Marga Jateng, Bambang Nugroho mengatakan, dana itu untuk menutup lubang jalan sepanjang 2.667,34 kilometer. Meski begitu, masih belum semua jalan berlubang bisa diperbaiki selama Januari lalu. ”Total semua ada 76.843 lubang yang tersebar di sembilan wilayah BPT di Jateng. Untuk penambalannya menggunakan sirtu, aspal, urukan sampai batu putih,” katanya saat rapat kerja dengan Komisi D DPRD Jateng, kemarin.

Bambang menambahkan, banyak kendala yang dialami petugas saat melakukan penambalan jalan berlubang di Jateng. Mulai dari masalah cuaca yang tidak menentu, ruas jalan yang merupakan jalan alih status dari kabupaten dengan kondisi fondasi jalan yang tidak memenuhi syarat, perkerasan jalan melampaui usia layanan konstruksi, sampai keterbatasan peralatan dan minimnya jumlah personel yang membantu pekerjaan tersebut. ”Kalau untuk data kami sudah ada. Tapi namanya jalan berlubang itu dinamis. Pagi hanya lima lubang, tapi malam bisa bertambah menjadi sepuluh,” tambahnya.

Sejumlah anggota dewan menilai, program JTL tidak sesuai harapan. Apalagi, ditambah dengan statemen Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang berkali-kali mengatakan jalan bebas lubang. Tapi kenyataannya di lapangan, ternyata jalan berlubang masih tetap saja menjadi keluhan masyarakat. ”Kami kira bebas lubang ya berarti tidak ada lubang. Tapi ketika kami turun ke daerah masih banyak jalan berlubang, dan ada yang sampai rusak parah,” kata Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri.

Dewan juga sempat mempertanyaan masalah alokasi anggaran yang digunakan untuk program JTL. Komisi D menganggap alokasi anggaran diambilkan dari dana pemeliharaan jalan dan dikhawatirkan ke depan akan menjadi masalah, mengingat kondisi jalan yang selalu rusak dan membutuhkan dana pembiayaan. ”Apalagi nanti setelah ditutup lubangnya, akan ada pelebaran dan betonisasi serta perbaikan jalan. Jelas ini akan lebih banyak menghabiskan anggaran,” tambah anggota Komisi D DPRD Jateng, Iskandar Zulkarnain.

Menanggapi hal tersebut, Bambang Nugroho menegaskan, semua sudah dipersiapkan matang dan diperhitungkan. Meski begitu, ia tidak menampik jika penambalan lubang hanya sebagai tahap pertama pemeliharaan. Sebab, nantinya akan dilakukan betonisasi dan pelebaran di sejumlah ruas jalan di Jateng. (fth/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.