Tidak Diawasi, Balita Tewas di Selokan

457

KAJEN-Balita ditemukan tewas mengambang di selokan Gang 6E, Desa Bebel RT 24 RW 04 Kecamatan Wonokerto, Senin (9/2) pagi. Bocah malang bernama Gisel Novelia tersebut, diduga terperosok ke dalam selokan berair keruh dengan kedalaman kurang lebih 50 sentimeter.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh Tarmi dan Karyadi tetangga korban, yang kebelutan berjalan di tepi selokan dekat rumahnya. “Tidak sengaja melihat ada bayi di got. Lalu saya angkat, kondisinya sudah meninggal. Dalamnya gotnya sekitar setengah meter,” kata Karyadi.

Kabar penemuan mayat bayi tersebut mengegerkan warga setempat. Ternyata, bocah malang itu adalah anak pasangan Rizqon dan Tutik, yang masih berusia 18 bulan.

Tarmi menambahkan, saban hari, Gisel memang dititipkan kepada seorang tetangga bernama Rastonah alias Jumbleng, 50, lantaran kedua orang tuanya bekerja. Diduga, korban bermain di tepi selokan tanpa pengawasan sebelum akhirnya terperosok. “Anaknya (Gisel, red) memang dititipkan, kalau orang tuanya berangkat kerja. Mungkin pas main sendiri, lalu terjebur ke got,” kata dia.

Sementara itu, Rastonah mengatakan bahwa sekitar pukul 08.00, orang tua Gisel (Tutik, red) datang menitipkan anaknya. Seperti biasa, Rastonah mengawasi Gisel sembari mengerjakan hal lain. “Awalnya dia (Gisel, red) bermain di dalam rumah. Saya tinggal sebentar mengerjakan hal lain, tapi sudah tidak ada,” ungkapnya.

Mengetahui hal itu, Rastonah kemudian mencari bocah yang belum lama bisa berjalan itu. Tepatnya pukul 08.30, Rastonah tercengang ketika warga sekitar ramai menemukan sosok bocah mengambang di selokan. Dia tak percaya bahwa bocah mengambang di selokan itu adalah Gisel, yang biasa dititipkan kepadanya. “Biasanya memang dititipkan ke saya, karena orang tuanya bekerja. Saya tidak menyangka sampai seperti ini,” sesalnya.

Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi melalui Kasubag Humas, AKB Guntur Tri Harjano mengatakan bahwa jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Wonokerto untuk dilakukan pemeriksaan. “Dari hasil tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan. Diduga korban terjatuh dengan posisi kepala terlebih dahulu,” terangnya.

Tri menegaskan, agar kejadian serupa tidak terjadi, para orang tua diharapkan mengawasi anak-anaknya. Terutama ketika bermain di lokasi berbahaya. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada orang tuanya untuk dikebumikan.
“Orang tua korban menerimanya sebagai musibah. Kami harap ini menjadi pelajaran, supaya para orang tua lebih melakukan pengawasan kepada anaknya,” pungkasnya. (hil/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.