Jalan Rusak Masih 400 Kilometer

333
DISKUSI: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima kenang-kenangan dari direktur PT United Tractor usai melakukan diskusi yang disiarkan secara live melalui radio. (AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG)
DISKUSI: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima kenang-kenangan dari direktur PT United Tractor usai melakukan diskusi yang disiarkan secara live melalui radio. (AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG)
DISKUSI: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima kenang-kenangan dari direktur PT United Tractor usai melakukan diskusi yang disiarkan secara live melalui radio. (AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan bahwa jalan provinsi di Jawa Tengah yang kondisinya masih rusak mancapai 400 kilometer. Jalan tersebut belum tergarap dikarenakan belum masuk anggaran perbaikan pada 2015 ini.

”Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi kami untuk memperbaiki. Selanjutnya akan kami genjot teman-teman untuk menyelesaikannya lebih cepat,” ungkap Ganjar dalam diskusi dengan tema ”Tiada Jalan Lubang di Jateng” di PT United Tractor, Mangkang Semarang, Selasa (10/2).

Ganjar menjelaskan, untuk memperbaiki jalan butuh anggaran yang sangat besar. Saat ini anggaran yang tersedia hanya Rp 2,1 triliun. Oleh karenanya, ia akan mendorong agar pendapatan dapat lebih besar sehingga anggaran pembangunan jalan bisa mencapai Rp 3 triliun. ”Harapannya sampai akhir masa jabatan saya habis pada 2018 nanti sudah tidak ada lagi jalan rusak,” terangnya.

Dibeberkan, untuk melakukan perbaikan menggunakan aspal paling tidak membutuhkan anggaran Rp 3 miliar per kilometer. Sementara jika menggunakan beton paling tidak butuh Rp 6 miliar per kilometer. Jika perbaikan jalan telah selesai, maka tinggal dilakukan perawatan secara rutin. ”Perawatan jalan akan lebih cepat, bila jalan tidak ada lubang,” imbuh mantan anggota DPR RI ini.

Ganjar mengakui, saat ini belum bisa memberikan kenyamanan di jalan raya. Namun ia berusaha untuk memberikan keamanan terlebih dahulu. Melalui program Jateng tanpa Lubang (JTL), diharapkan dapat memberi rasa aman bagi pengendara. ”Bayangkan jika masih banyak lubang, akan mengakibatkan pengendara jatuh, terluka, dan bahkan ada yang meninggal dunia,” imbuh Ganjar mengharapkan hal itu tidak terjadi.

Kepala Bidang Bina Teknik (Kabid Bintek) Dinas Bina Marga Jawa Tengah, Hanung Triyono menambahkan, untuk program peningkatan jalan akan dilakukan mulai awal Maret mendatang. Pelaksanaan membutuhkan waktu sekitar 8 bulan. ”Mudah-mudahan tidak ada kendala dalam proses lelang,” terangnya.

Disinggung terkait upaya menghadapi Lebaran, Hanung memastikan beberapa segmen peningkatan jalan telah selesai. Meskipun masih ada sedikit pekerjaan, namun tidak sampai mengganggu perjalanan. ”Saat ini kami memiliki sekitar 2.150 tenaga fungsional yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan,” tandasnya. (fai/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.