Lima Cabor Dianggarkan Pelatih Asing

553
ALL OUT: Pelatih asing taekwondo Jateng Sim Woo Jin (dua dari kiri), bersama Ketua Umum Pengprov TI Jateng Sudarsono Chandrawidjaja (tengah) serta beberapa taekwondoin andalan Jateng si antaranya Ong Stevanus (empat dari kiri) dan Reynaldi Atmanegara (dua dari kanan). (ISMU PURUHITO/RADAR SEMARANG)
ALL OUT: Pelatih asing taekwondo Jateng Sim Woo Jin (dua dari kiri), bersama Ketua Umum Pengprov TI Jateng Sudarsono Chandrawidjaja (tengah) serta beberapa taekwondoin andalan Jateng si antaranya Ong Stevanus (empat dari kiri) dan Reynaldi Atmanegara (dua dari kanan). (ISMU PURUHITO/RADAR SEMARANG)
ALL OUT: Pelatih asing taekwondo Jateng Sim Woo Jin (dua dari kiri), bersama Ketua Umum Pengprov TI Jateng Sudarsono Chandrawidjaja (tengah) serta beberapa taekwondoin andalan Jateng si antaranya Ong Stevanus (empat dari kiri) dan Reynaldi Atmanegara (dua dari kanan). (ISMU PURUHITO/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak lima cabang olahraga (cabor) akan mendapatkan bantuan anggaran untuk menggunakan jasa pelatih asing Sementara 10 cabang mendapatkan kuota pelatih nasional selama program pelatda menghadapi babak Pra-PON dan PON 2016 mendatang.

Kelima cabang yang mendapatkan kesempatan mendatangkan pelatih asing adalah gantole, paralayang, renang, atletik dan taekwondo. Sedangkan cabang yang memperoleh menggunakan pelatih nasional yaitu loncat indah, bermotor, bulutangkis, judo, karate, menembak, panjat tebing, pencak silat, tenis lapangan dan wushu.

Ketua Umum KONI Jateng Hartono menandaskan, pihaknya mengadakan akselerasi program prioritas untuk meraih prestasi optimal di PON XIX 2016. Salah satu agenda program prioritas di bidang prestasi adalah mendatangkan pelatih asing, merekrut konsultan asing dan memonitoring kejurnas Pra-PON. ”Akselerasi program merupakan merupakan tuntutan agar prestasi kita bisa optimal di PON kelak. Kita menguatkan cabang-cabang potensial yang memiliki banyak nomor seperti atletik dan renang,” kata Hartono kemarin.

Diakui Hartono, untuk membidik prestasi optimal di PON, pihaknya melakukan gerakan perubahan total di KONI. Upayanya dengan membentuk tim kerja I bidang peningkatan prestasi dan tim kerja II yang fokus dalam bidang organisasi.

Sementara masih terkait penggunaan pelatih asing, Wakil Ketua Umum I KONI Jateng, Sukahar berharap masing-masing cabor tersebut tidak asal-asalan dalam mendatangkan pelatih asing sehingga diharapkan program tersebut benar-benar bisa efektif mengangkat performa Jateng di PON Jabar mendatang,“Yang terpenting adalah bagaimana penerapannya nanti disesuaikan dengan karakter atlet kita,” sambung Sukahar.

Pihaknya juga berharap dalam mendatangkan pelatih asing nantinya cabor tidak sembarangan dalam merekrut. Pelatih asing yang didatangkan harus benar-benar memiliki keahlian serta prestasi yang melebihi pelatih-pelatih dalam Negeri. “Jadi misalnya seperti taekwondo mendatangkan pelatih dari Korea, kemudian renang dari Australia dimana Negara-negara yang memang cabor tersebut lebih maju dari kita,” sambung Sukahar kemarin.

Selain itu beberapa program lainnya menurut Sukahar juga telah disiapkan KONI Jateng demi mewujudkan kesuksesan provinsi ini di PON Jabar mendatang. Salah satunya kata Kahar adalah penerapan strategi intelejen.

Sukahar menilai, Jateng juga perlu memiliki orang-orang yang nantinya diberi tugas untuk memetakan serta mengukur kekuatan calon lawan Jateng di ajang-ajang level nasional terutama PON Jabar mendatang. “Orang-orangnya bisa dari berbagai unsure baik akademisi, pelatih maupun dari KONI. Strategi tersebut perlu untuk memetakan kekuatan lawan serta kesiapan lawan kita di berbagai event terutama PON,” pungkasnya. (bas/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.