Rusunawa Kaligawe Rusak Parah

426
MEMPRIHATINKAN: Kondisi lantai dasar Rusunawa Kaligawe tergenang air dari atap lantai satu yang bocor. Penghuni rusun pun meminta pemkot segera melakukan perbaikan. (M. Hariyanto/Radar Semarang)
MEMPRIHATINKAN: Kondisi lantai dasar Rusunawa Kaligawe tergenang air dari atap lantai satu yang bocor. Penghuni rusun pun meminta pemkot segera melakukan perbaikan. (M. Hariyanto/Radar Semarang)
MEMPRIHATINKAN: Kondisi lantai dasar Rusunawa Kaligawe tergenang air dari atap lantai satu yang bocor. Penghuni rusun pun meminta pemkot segera melakukan perbaikan. (M. Hariyanto/Radar Semarang)

KALIGAWE – Kondisi rumah susun sistem sewa (Rusunawa) Kaligawe blok A dan B sangat memprihatinkan. Bangunan dengan usia di atas lima tahun lebih ini sudah banyak mengalami kerusakan. Dan belum ada penanganan dari Pemkot Semarang.

Dari pantauan Radar Semarang di lapangan Selasa, (10/2) kemarin, terlihat tembok rusunawa di blok B telah mengalami keretakan. Bahkan pada lantai dasar yang digunakan sebagai tempat parkir terdapat genangan air. Diduga air tersebut berasal dari atap lantai satu yang bocor. Kondisi serupa juga terlihat pada bangunan blok A.

Ketua RW 10 Blok A-B, Sudrayana mengatakan, bangunan yang ditempati lebih dari 5 tahun itu sudah banyak mengalami kerusakan. Dan belum ada penanganan yang serius dari Pemkot Semarang. ”Bangunan ini sudah lebih dari 5 tahun. Bangunan sudah banyak yang bocor seperti pada lantai 2 blok A dan B pada bocor. Akibatnya menggenangi di lantai parkiran. Sehingga tempat parkiran jadi licin. Sangat membahayakan,” ungkapya kepada Radar Semarang.

Diketahui, bangunan Rusunawa Kaligawe terdiri atas blok A-G dengan masing-masing berbeda tingkatan. Setiap twin block memiliki 96 unit dan hampir 95 persen sudah dihuni. Penghuni dikenakan biaya sewa berbeda-beda sesuai dengan tingkatan.
”Jumlah setiap blok ada 80-90 kk. Sistemnya sewa. Di lantai 1 membayar Rp 100 ribu, lantai 2 Rp 90 ribu, lantai 3 Rp 70 ribu lantai 4 ada yang membayar Rp 65 ribu. Setiap blok ada yang berisi 32 ruang. Bayarnya kepada petugas keliling dari UPTD,” terangnya.

Pihaknya berharap, UPTD terkait segera melakukan perbaikan bangunan rusunawa yang kondisinya sudah memprihatinkan. Menurutnya, kerusakan pada blok A-B sudah sangat mengkhawatirkan. ”Memang pada tahun 2014 sudah melakukan usulan untuk perbaikan. Dan katanya pada tahun 2015 ini dilakukan perbaikan. Tapi saya juga kurang tahu realisasinya kapan, belum tahu. Kalau bisa secepatnya segera dilakukan perbaikan,” pungkasnya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Wachid Nurmiyanto berharap pemkot segera melakukan pembenahan terhadap bangunan rusunawa. Apalagi selama ini pemkot telah menarik biaya sewa dari penghuni rusun. ”Mereka sudah membayar sewa, memenuhi kewajibanya, seharusnya mereka juga mendapatkan haknya memperoleh kenyamanan tinggal di sana. Apalagi pemkot juga telah menganggarkan biaya perawatan,” kata politisi PAN itu. (mha/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.