BMT Fajar Mulia Bandungan Dipolisikan

557

UNGARAN-Lantaran tak bisa mencairkan tabungannya, nasabah Baitul Mal Wa Tamwil (BMT) Fajar Mulia Cabang Bandungan, merasa ditipu. Karena itulah, mereka melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Semarang.

Sebelum melaporkan kasus tersebut, para nasabah yang merasa dirugikan sempat menagih pencairan di kantor cabang BMT Fajar Mulia di Jalan Tirtomoyo nomor 46 Bandungan. Namun, pihak manajemen beralasan sedang kesulitan keuangan karena banyak kredit macet. Parahnya lagi, kantor tersebut sekarang sudah tutup. Sedangkan di kantor BMT Fajar Mulia di Ungaran, tidak dapat memberikan jawaban memuaskan, sehingga kasus tersebut dilanjutkan ke ranah hukum.

Hal itu ditegaskan seorang nasabah, Komariah, 46, warga Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Sejumlah nasabah sudah menunggu pencairan tabungannya selama lima bulan lebih. Namun uang yang ditabung tidak bisa dicairkan, sementara kantor BMT di Bandungan sudah tutup.

“Saya menabung sejak tahun 2013. Biasanya teller BMT yang datang ke rumahnya menariki uang tabungan. Sampai saat ini, dana dalam tabungan saya terkumpul Rp 29 juta lebih, semestinya akan saya ambil untuk Lebaran kemarin tapi tidak bisa. Pihak BMT minta waktu untuk dapat mencairkannya,” tutur Komariah saat ditemui di Mapolres Semarang, kemarin.

Moh Ridwan, 35, beserta istrinya Ina Yuliani, 23, juga dirugikan karena tidak dapat mencairkan uang tabungannya sekitar Rp 4,4 juta. Padahal uang tersebut pada September 2014 lalu akan dicairkan untuk keperluan berobat orang tuanya. Bahkan dia dan 15 orang nasabah BMT lainnya sempat mengadu ke BMT Fajar Mulai Ungaran, tapi tidak membuahkan hasil. Alasannya BMT kesulitan dana karena banyak kredit macet.

“Waktu itu, BMT hanya dapat mencairkan Rp 1,5 juta, sisanya sebesar Rp 2,9 juta belum bisa dicairkan. Alasannya tidak bisa cair karena banyak kredit macet,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Herman Shopian mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dua nasabah BMT tersebut. Bahkan anggota Satreskrim juga sudah melakukan cek lokasi BMT yang ternyata memang benar sudah tutup. “Laporan sudah kami terima dan langsung kami lakukan penyelidikan. Kami harap, nasabah lainnya yang dirugikan segera melapor,” kata Herman. (tyo/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.