Demokrat Siapkan Calon Internal

386

SEMARANG – Partai Demokrat memastikan bakal mengusung kadernya dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang yang rencananya dilaksanakan akhir 2015 mendatang. Hanya saja, untuk merealisasikan target tersebut, partai berlambang bintang mercy ini harus berkoalisi dengan partai lain, mengingat di DPRD Kota Semarang, Demokrat hanya memiliki 6 kursi. Selama ini, Demokrat telah menjalin komunikasi dengan partai lain, utamanya yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP), seperti PAN, Golkar, Gerindra, dan PKS. Namun belum memutuskan untuk berkoalisi dengan partai mana.

Wakil Ketua Umum DPP Demokrat Korwil Jateng, Agus Hermanto, menyatakan, sesuai Perppu, pada 2015 ini di Jateng akan ada 17 pilkada. Demokrat akan menyiapkan kadernya untuk menjadi kepala daerah di masing-masing kabupaten/kota tersebut. Utamanya di daerah yang memiliki pemenangan pemilu lebih besar.

”Kita akan lihat skala perolehannya kemarin (pileg). Di beberapa tempat kemenangan kita lebih dari separo dan memiliki kursi yang signifikan. Kalau hanya memiliki kursi satu dua kan sulit. Kalau kursinya sudah lebih dari tiga, empat, lima, harapan kita bisa terwujud. Kita akan petakan daerah mana yang paling kuat, dan kita akan sinkronisasi jika memang lemah, kita akan mendukung siapa yang harus jadi,” tandasnya.

Kota Semarang, kata dia, menjadi salah satu prioritas Demokrat dalam pemenangan pilkada. Pihaknya akan memetakan kader yang kuat agar bisa memenangkan pilkada mendatang. ”Keberpihakan terhadap partai harus kita timbulkan, tapi kita tidak menutup mata. Kalau memang kader tersebut tidak kuat ya jangan dimajukan. Jika tidak mampu menjadi bupati atau wali kota, ya bisa ambil yang nomor dua. Kita majukan (kader) yang posisinya kuat, yang bisa memenangkan pilkada,” terang Agus Hermanto kepada Radar Semarang, (11/2).

Mengenai partai koalisi, DPP masih menyerahkan kepada pengurus daerah, dalam hal ini DPC. Belum ada instruksi dari DPP terkait gandengan partai untuk menghadapi pilwalkot. ”Instruksi harus tepat, tapi kita belum ada instruksi, kita percayakan pada kader-kader yang memiliki kekuasaan di daerah untuk menggandeng yang paling kuat. Saat ini masih kita berikan kesempatan (DPC), meski keputusan nanti tetap dari DPP. Biarlah semua cair dulu, kita jangan memaksa-maksa,” ujar Wakil Ketua DPR RI itu.

”Prioritas kita pilkada menang, kedua kader kita harus berikan keberpihakan, namun sekali lagi kita tidak menutup mata kalau kader tidak kuat kita ambil posisi kedua. Kita lihat dulu perkembangannya, kemungkinan-kemungkinan dan pasangan-pasangannya,” tegas Agus Hermanto.

Apalagi, lanjut Agus, jawaban pasti terkait pilkada serentak belum diputuskan. Saat ini masih direvisi, walaupun bagi Demokrat, Perppu dengan 10 perbaikan itu sudah cukup. ”Tapi fraksi lain ingin menambahkan ya silakan. Yang penting esensi pilkada langsung dengan 10 perbaikan itu masih ada. Hasil Perppu serentak itu dilaksanakan 2015, tapi ada sejumlah fraksi yang menginginkan 2016. Tapi ini masih belum ada kata sepakat,” tandasnya.

Sementara itu, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) hingga saat ini belum menentukan sikap terkait pilwalkot 2015. Hal itu disampaikan Plt Ketua DPD Partai Nasdem Kota Semarang Dandan Febri. Pihaknya masih menunggu arahan dari DPP. ”Kami masih cooling down dulu, terlebih 2 bulan lalu baru saja ada penggantian pengurus DPD Nasdem Kota Semarang,” terrangnya.

Diakui, pihaknya saat ini masih fokus menata internal partai. Jika proses penataan internal sudah rampung, pilwalkot akan menjadi bahasan berikutnya. Mengingat hasil perolehan suara partainya di Pileg 2014 kurang optimal, oleh karena itu dibutuhkan penataan internal pengurus yang solid agar pertarungan di pilwalkot 2015 nanti bisa diperoleh hasil yang optimal.

”Ini jadi pertaruhan terberat kami karena Kota Semarang diharapkan dapat berperan banyak dalam peta politik terutama di pilwalkot nanti. Namun sementara kami menunggu arahan DPP dulu,” tandasnya. (zal/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.