Distribusi Pupuk Oplosan Ditelusuri

432
SUDAH BEROPERASI LAMA : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau lokasi gudang yang diduga sebagai tempat pengoplosan pupuk di Kabupaten Demak, kemarin. (Ahmad faishol/radar semarang)
SUDAH BEROPERASI LAMA : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau lokasi gudang yang diduga sebagai tempat pengoplosan pupuk di Kabupaten Demak, kemarin. (Ahmad faishol/radar semarang)
SUDAH BEROPERASI LAMA : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau lokasi gudang yang diduga sebagai tempat pengoplosan pupuk di Kabupaten Demak, kemarin. (Ahmad faishol/radar semarang)

DEMAK – Pemprov Jateng menyatakan komitmennya untuk menuntaskan kasus temuan distribusi pupuk oplosan di Kabupaten Demak. Sebab, kasus itu dinilai sangat merugikan petani dan tidak mendukung pemerintah dalam upaya kedaulatan pangan.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah gudang yang diduga sebagai tempat pengoplosan pupuk bersubsidi di Jalan Raya Desa Bolo Kecamatan Demak Kota Kabupaten Demak, Rabu (11/2). Kegiatan itu sempat membuat kaget semua orang karena dilakukan secara tiba-tiba dan tidak masuk dalam kegiatan yang telah direncanakan.

Di tempat tersebut, Ganjar sempat merasa heran karena dengan besarnya gudang tidak semua masyarakat sekitar mengetahui aktivitas di dalamnya. Meski sudah tidak beroperasi, dia masih menemukan beberapa pupuk bersubsidi dan sejumlah truk molen yang digunakan untuk mencampur pupuk tersebut. ”Kejadian seperti ini harus ditindak dengan tegas. Siapa pun pelakunya,” ucap Ganjar setelah menghubungi Kapolres Demak dan perwakilan dari Pupuk Sriwijaya untuk dikorek informasinya.

Melihat apa yang terjadi, Ganjar mengakui jika praktik pengoplosan pupuk bersubsidi itu sangat sistematis dan tertata rapi. Ia menduga hal tersebut layaknya fenomena gunung es yang hanya muncul di permukaan sedangkan yang lainnya tidak kelihatan. ”Akan kita telusuri sampai sejauh mana pupuk ini didapat dan didistribusikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Demak M. Dachirin Said yang kemarin mendampingi Ganjar menyatakan bahwa saat ini gudang penyimpanan pupuk bersubsidi itu telah ditangani oleh Polres Demak dan Kodim 0716 Demak. Menurutnya, dalam hal ini Pemkab Demak telah melakukan MoU dengan TNI, Polri tentang pengamanan pupuk bersubsidi. ”Secepatnya akan kita tindaklanjuti,” tegasnya.

Disinggung adanya dugaan beking dari oknum aparat terkait pengoperasian pabrik pengoplosan pupuk itu, Dachirin dengan tegas membantahnya. Meski begitu ia mengakui jika pabrik tersebut telah lama beroperasi. ”Ya, sudah lama beroperasi. Tapi masalah beking, tidak ada itu,” terangnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu aparat TNI dari Kodim 0716 Demak berhasil membongkar gudang yang diduga menjadi tempat mengoplos pupuk subsidi menjadi pupuk nonsubsidi. Dalam gudang juga ditemukan beberapa truk molen yang diduga digunakan untuk mengoplos pupuk subsidi tersebut. Selain itu, aparat TNI juga mengamankan 6 truk tronton dan 2 truk engkel yang didalamnya berisi pupuk yang diduga hasil oplosan.

Setiap truk tronton diperkirakan berisi sekitar 30 ton pupuk. Diperkirakan, pupuk yang berhasil diamankan sekitar 210 ton. Antara lain pupuk jenis urea, NPK, SP3 dan ZA. Pupuk yang digudang juga ditengarai hasil penimbunan. Sebab, di karung juga tertera produksi tahun 2005.

Penggerebekan dipimpin langsung Dandim 0716 Letkol Inf Ari Ariyanto dan Kasdim Mayor Inf M. Darodjat. Satu pleton aparat TNI bersama unsur intel pun dikerahkan untuk menjaga gudang dan truk pengangkut pupuk oplosan itu. Kasdim Mayor Inf M. Darodjat mengatakan, penangkapan dan pembongkaran gudang pupuk merupakan pengembangan dari kasus penangkapan pupuk bermasalah di Kabupaten Pati. Semula diinformasikan bahwa ada pasokan atau penyelundupan pupuk dari arah Rembang menuju Pati dan Demak. (fai/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.