Pelajar Tak Malu Merokok

458

PABELAN—Perokok aktif kalangan anak-anak di daerah pinggiran Kabupaten Semarang meningkat. Hal ini berdasarkan pendataan UPTD Puskesmas mengenai jumlah perokok aktif di kalangan pelajar di beberapa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Pabelan, jumlahnya hampir mencapai ribuan anak.

Kepala UPTD Puskesmas Pabelan, Rita Yuanita mengaku kesulitan mengontrol perokok aktif dari kalangan pelajar. Karena sekarang tidak ada peraturan terkait penjualan rokok di desa maupun di kota-kota besar. Semua kalangan, mulai anak-anak sampai orang tua boleh membeli rokok di warung.

“Memang tidak ada pembatasan umur di Indonesia terkait konsumen rokok. Sekarang, tidak hanya di warung-warung, tapi di penyewaan game online juga menyediakan rokok. Hal ini sangat sulit diatasi, karena semua tongkrongan anak muda dan arena permainan, menyediakan rokok. Bahkan di daerah saya di Susukan, anak SD sudah tidak malu-malu lagi merokok di tempat umum,” katanya kepada Radar Semarang, Rabu (11/2) kemarin.

Selain itu, tambah Rita, lingkungan desa cenderung mengajak masyarakat mengonsumsi rokok. Di kumpulan warga disuguhi rokok, kerja bhakti ada rokok, sampai jagong manten juga banyak disediakan aneka rokok. Budaya ini yang kemudian membawa pengaruh kepada anak untuk ikut mengonsumsi rokok.

“Kami juga sering mengadakan penyuluhan di sekolah-sekolah. Tapi paling efektif untuk mencegah konsumsi rokok anak, melalui pendekatan keluarga di rumah. Jika orang tua tidak memberikan contoh, akan mudah memperingatkan anak agar tidak merokok. Kedua, lingkungan sekolah harus bisa mengontrol dan memberi penjelasan terkait bahaya merokok kepada anak,” jelasnya.

Sementara itu, Hari, 35, penjual rokok di salah satu desa di Kecamatan Pabelan, sekaligus penyedia jasa game online mengatakan dirinya tidak mungkin melarang anak untuk membeli rokok. Karena bisa mengurangi pendapatannya.

“Saya sebenarnya sebagai seorang bapak juga miris, karena anak-anak sekarang sudah pandai merokok. Bahkan tidak malu lagi merokok di tempat umum. Tapi, saya sebagai penjual juga bingung, karena tidak ada peraturan terkait penjualan rokok. Tidak mungkin saya melarang. Sebagai penjual hanya berusaha melayani konsumen dengan baik,” pungkasnya. (abd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.