Royalti Lagu Karaoke Masih Rancu

393
JAGA KUALITAS : Inul Daratista menjajal salah satu room di Inul Vizta Thamrin untuk mengecek standar kualitas yang sudah dia tetapkan. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
JAGA KUALITAS : Inul Daratista menjajal salah satu room di Inul Vizta Thamrin untuk mengecek standar kualitas yang sudah dia tetapkan. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
JAGA KUALITAS : Inul Daratista menjajal salah satu room di Inul Vizta Thamrin untuk mengecek standar kualitas yang sudah dia tetapkan. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kriteria pembayaran yang ditetapkan Karya Cipta Indonesia (KCI) diangap masih rancu. Pasalnya, meski sudah membayar penuh, para pemilik industri karaoke masih saja dikejar-kejar oleh masing-masing label musik yang tercantum dalam song list mereka.

Hal itu diungkapkan Inul Daratista, pemilik Inul Vizta, dalam Grand Opening New Face Rumah Bernyanyi Inul Vizta Thamrin, Semarang, kemarin. Menurutnya, selain sudah setor kepada KCI, juga harus mambayar royalti pribadi kepada label. “Kalau one pay one person jelas berat. Dikiranya pengusaha karaoke itu ATM berjalan, bisa dimintai uang sesukanya. Kami itu sudah membayar pajak royalti setiap tahun. Angkanya sampai miliaran, lho. Kok masih di uber-uber terus. Apa gara-gara RBT sudah tidak nge boom lagi terus mau mencari uang dari sini?” ungapnya.

Ditambahkan Inul, dana akbar royalti yang diberikan ke KCI itu seharusnya didistribusikan ke label-label. Dia baru menyadari jika ternyata uang tersebut stuck di KCI saja. Inul pernah coba menggunakan video clip yang bukan aslinya. Tapi tetap saja tidak bisa menghindar dari tudingan pelanggaran peraturan. Bahkan rencananya, pihaknya akan meng-cover nomor-nomor hits dan diisi klip video sendiri.

“Jadi tidak pakai musik dan video asli. Kebetulan saya mengajak beberapa artis yang juga punya bisnis karaoke seperti Syahrini, Ahmad Dhani, Charlie, Anang Hermansyah, dan lain sebaginya. Dan mereka setuju untuk mecari titik temu persolan royalti ini. Bahkan telah membuat Asosiasi Pengusaha Rumah Bernyanyi Keluarga Indonesia (Aperki),” tuturnya.

Pedangdut yang sedang getol-getolnya menggeluti thai boxing itu mengaku peraturan yang diterapkan di Indonesia memang tumpang tindih. Hingga membuat peluang para oknum mencari kesalahan pihak lain demi keuntungan pribadi. Tidak seperti peraturan luar negeri yang justru menyuport masyarakat untuk mengembangkan bisnis.

Hal itu dirasakan Inul ketika melabarkan sayap hingga ke Malaysia, Filipinam dan Thailand. Di sana, rumah bernyanyi yang menggunakan label Vizta International tidak pernah terjerat masalah mengenai royalti. Semuanya sudah transparan sejak pengurusan izin pendirian bisnis. (mg16/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.