Sulap Batik Pekalongan jadi Cheongsam

439
BERGAYA : Salah seorang mahasiswa asing sedang bergaya dengan menggunakan batik Pekalongan yang dibuat dengan model cheongsam. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)
BERGAYA : Salah seorang mahasiswa asing sedang bergaya dengan menggunakan batik Pekalongan yang dibuat dengan model cheongsam. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)
BERGAYA : Salah seorang mahasiswa asing sedang bergaya dengan menggunakan batik Pekalongan yang dibuat dengan model cheongsam. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Semakin dekatnya hari rata Imlek membuat banyak warga Tionghoa memburu busana khas tahun baru Tiongkok tersebut. Paduan kain batik khas pesisir Jawa serta corak atau motif bunga-bunga dicoba diaplikasikan dengan model cheongsam. Uniknya, baju dengan desain baru ini bukan dipakai oleh model profesional untuk dikenalkan. Melainkan dikenalkan dan dipakai oleh beberapa mahasiswa asing yang tergabung dalan Universe Project 2 AISEC LC Undip.

Keunikan model cheongsam sendiri bisa dilihat dari kancing di sisi kanan, bagian dada longgar, selayak di pinggang, dan dibelah dari sisi yang kesemuanya semakin menonjolkan kecantikan dari wanita yang mengenakannya. “Pakaian ini mudah dikenakan dan nyaman, bentuk pakaian cheongsam cocok dengan bentuk tubuh wanita Tionghoa dan masyarakat pada umumnya,” kata Marketing Manager Batik Jayakarta, Yuni Dwijayanti, kemarin.

Menurut Yuni, pakaian ini memiliki karakteristik yang lebih mengeksplorasi bagian tubuh wanita yakni leher agar terkesan seksi dan glamour. “Model kerah menggunakan model Shanghai, sehingga leher terlihat lebih jenjang. Ada juga lengkung leher baju tertutup, dan lengan baju bisa pendek, sedang atau panjang, tergantung musim dan selera masing-masing,” tambahnya.

Pemakaian batik Pekalongan dikarenakan batik tersebut memiliki ciri-ciri warna yang berani lantaran terpengaruh dengan kebudayaan Tiongkok. Aplikasi pakaian jenis blues yang diciptakan oleh desainernya bisa dipadukan dengan celana jins ataupun celana kain agar terkesan santai tapi formal. Koleksi terbaru ini dibagi dalam dua jenis yakni 8 model baju dengan batik cap dan 2 model baju batik tulis. “Busana ini bisa digunakan dalam acara formal ataupun semi formal, mahasiswa asing sengaja kami perkenalkan dengan batik agar mereka tahu kain khas yang merupakan warisan budaya Indonesia,” pungkasnya.

Sissy Hu, 19, mahasiswa asal Tiongkok mengaku sangat kagum dengan batik yang bisa diaplikasikan dengan model baju tradisional asal negerinya. “Saya kagum hingga tercengang, bahkan kain batik ini bisa dibilang lebih bagus dan menarik jika dibuat dengan model cheongsam,” tandasnya. (den/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.