Bentuk Satgas Antinarkoba Tingkat SMA dan Kampus

364

SEMARANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah membentuk satgas antinarkoba dengan melibatkan kampus dan sekolah pada jenjang SMA maupun SMK di Kota Semarang. Hal tersebut untuk menekan peredaran narkoba.

”Kita memiliki anggaran sebesar Rp 1 miliar dari BNN pusat yang didistribusikan ke BNN provinsi guna menekan laju peredaran barang membahayakan tersebut. Seperti diketahui sekarang 24,2 juta jiwa masyarakat Indonesia terlibat dengan narkoba,” ujar Kepala BNN Jateng, Soenarto, kemarin (13/2).

Menurut Soenarto, salah satu program untuk menekan peredaran narkoba di lingkup Jateng adalah membentuk satgas antinarkoba di satuan pendidikan dan kampus. Pihaknya berharap instansi terkait dapat bekerja sama guna mewujudkan program tersebut. Apalagi di Kota Semarang kerap digunakan ’transit’ para gembong narkoba kelas kakap.

”Selain pembentukan satgas di tingkat kampus, BNN Jateng akan membuat perlombaan di tingkat sekolah. Dinas Pendidikan (Disdik) masing-masing kota bertugas untuk memberikan rekomendasi sekolah mana yang akan diajukan ke lomba itu. Nantinya di sekolah tersebut akan kita danai per sekolah sebesar Rp 10 juta untuk membuat satgas antinarkoba dan klinik antinarkoba,” ujarnya.

Terpisah, Rektor Universitas Dianuswantoro (Udinus), Edy Noersasongko mengatakan pihaknya menyambut baik dengan rencana BNN Jateng yang akan melibatkan kampus dan sekolah dalam memberantas peredaran barang haram tersebut.

Menurutnya, jumlah mahasiswa di Kota Semarang yang mencapai puluhan ribu menjadi pasar yang sangat potensial untuk peredaran narkoba. Sehingga peran BNN dalam memberantas peredaran narkoba dengan menggandeng sekolah maupun universitas merupakan langkah yang tepat. ”Kita (Udinus) memiliki mahasiswa sebanyak 11.500 orang dan 600 karyawan. Banyaknya mahasiswa tersebut sangat berpotensi barang berbahaya tersebut menyusup di dalamnya. Sehingga pembentukan satgas antinarkoba di tingkat kampus yang juga melibatkan mahasiswa sendiri menjadi ’inteljen’ patut untuk diapresiasi,” kata Edy.

Selain itu, melalui satgas tersebut, lanjut Edy, dapat dilakukan sidak secara mendadak di kampus maupun di tempat kos mahasiswa. Sehingga peredaran narkotika di tingkat sekolah maupun kampus dapat ditekan. (ewb/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.