BNNP Jateng Sidak Narkoba di SMK

535
ISI DATA : Sejumlah siswa SMK N I Kedungwuni melakukan pengisian data saat mengikuti tes urine penyalahgunaan narkoba, Kamis (12/2) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)
ISI DATA : Sejumlah siswa SMK N I Kedungwuni melakukan pengisian data saat mengikuti tes urine penyalahgunaan narkoba, Kamis (12/2) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)
ISI DATA : Sejumlah siswa SMK N I Kedungwuni melakukan pengisian data saat mengikuti tes urine penyalahgunaan narkoba, Kamis (12/2) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)

KAJEN-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) penyalahgunaan narkoba di lingkungan pelajar Kabupaten Pekalongan. Menyusul maraknya peredaran narkoba yang sudah menjalar di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Salah satu sekolah yang menjadi sasaran BNNP adalah SMK Negeri I Kedungwuni. Bersama Satuan Narkoba Polres Pekalongan dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pekalongan, tim BNNP melakukan tes urine penggunaan narkoba kepada 30 siswa yang dipilih secara random sampling.

Kepala SMK N 1 Kedungwuni, Rose Kamto mengatakan bahwa pihaknya menyambut positif kedatangan tim gabungan BNNP Jateng tersebut. “Sebelum dilakukan tes urine, para siswa yang diambil secara acak terlebih dahulu diberikan pembinaan. Di antaranya pembinaan dari Wakil Bupati (Wabup) Fadia Arafiq selaku ketua BNK dan Kasat Narkoba Polres Pekalongan, AKP Djoko Sutopo,” ungkapnya, kemarin.

Disinggung terkait tes urine kepada puluhan siswanya, Kamto menyatakan ketegasannya terkait penyalahgunaan narkoba yang termasuk pelanggaran berat. “Jika ada siswa yang terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba, pasti akan kami keluarkan. Kami sangat tegas dalam menerapkan aturan sekolah,” tegasnya.

Wabup Pekalongan, Fadia Arafiq mengatakan bahwa penangkapan sejumlah pelaku penyalahgunaan narkoba oleh kepolisian merupakan wujud ketegasan dalam memerangi peredaran narkoba. “Pemeriksaan urine semacam ini, tidak hanya dilaksanakan di SMK Kedungwuni, tapi di tempat lain dengan waktu yang berbeda,” kata dia.

Oleh karena itu, Fadia menekankan para pelajar agar tidak mendekati, apalagi mencoba narkoba. “Jangan sampai di Kota Satri ini ada pengguna narkoba,” harapnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu dua pemuda asal Kecamatan Kandangserang ditangkap petugas Polres Pekalongan lantaran terbukti membawa narkoba jenis ganja. Dua pemuda itu ditangkap di dekat rumah dinas Wabup Pekalongan.

Kasat Narkoba, AKP Joko Sutopo memaparkan, selain dua pemuda, sebelumnya mahasiswi perguruan tinggi ternama di Pekalongan diringkus lantaran kedapatan membawa sabu-sabu di sebuah hotel di Pekalongan. Berdasarkan data yang dimiliki, kata AKP Joko, pada 2014 telah terjadi 16 kasus penyalahgunaan narkoba. “Tidak ada toleransi baik bagi pelajar atau mahasiswa yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Baik itu pengguna, pengedar ataupun kurir,” tegasnya.

Sementara itu, dalam tes urine di SMK N I Kedungwuni, hasilnya semua siswa peserta tes urine negatif menggunakan narkoba. Staf Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jateng, Beny Abukhaer Tatara mengatakan bahwa alat Rapid Test dengan enam parameter tersebut mampu menunjukkan hasil otentik dalam beberapa menit sehingga hasilnya langsung bisa diketahui. “Hasilnya semua negatif. Samplingnya ada 30 siswa,” kata dia. (hil/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.