BOS Tahap I Cair Rp 18 Miliar

331
BOS, Salah satu siswa SMP Negeri di Batang memanfaatkan waktu istirahat jam pelajaran sekolah, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
BOS, Salah satu siswa SMP Negeri di Batang memanfaatkan waktu istirahat jam pelajaran sekolah, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
BOS, Salah satu siswa SMP Negeri di Batang memanfaatkan waktu istirahat jam pelajaran sekolah, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG-Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Batang pada triwulan I, paruh Januari sampai Maret, telah cair sebesar Rp 18 miliar. Dana tersebut ditransfer berdasarkan by name dan by address ke masing-masing sekolah.

Kasubbag Program Dinas Pendidikan, Pemudan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Batang, Suwarto, membenarkan bahwa anggaran APBN untuk BOS senilai total Rp 18,4 miliar telah cair. Dana tersebut, dialokasikan untuk jenjang SD dan SMP sebanyak 525 sekolah. Dengan rincian untuk SD dialokasikan Rp 12.158.200.000 bagi 60.791 siswa di 456 sekolah se-Kabupaten Batang. Untuk SMP, anggarannya sebesar Rp 6.307.500.000 yang dibagikan pada 25.230 siswa di 68 sekolah.

“Pencairannya langsung dari Bank Jateng ke rekening masing-masng sekolah pada 4 Februari lalu. Jadi, uangnya sama sekali tak mampir melalui Disdikpora. Sudah by name/by address sekolah. Proses pencairannya cepat, Bank Jateng hanya butuh waktu sehari, untuk mentransfer dana itu ke rekening masing-masing sekolah,” jelas Suwarto.

Dana sebesar itu, setiap siswa SD berhak mendapatkan alokasi BOS senilai Rp 800 ribu pertahunnya. Jenjang SMP dialokasikan Rp 1 juta persiswa/tahun. Di luar BOS regular tersebut, APBD I dan APBD II pun masih ikut menggelontorkan bantuan anggaran, untuk pendampingannya.

Namun demikian, besaran dana BOS yang digelontor ke SD dan SMP tersebut, dinilai belum mencukupi. Ternyata masih ada SMP Negeri di Kabupaten Batang, yang memungut dana kepada siswa untuk pembelian buku pelajaran.

“Anak saya masih harus membayar Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu per bulan, untuk membeli buku dan membayar biaya ektratrakurikuler sekolah,” ungkap Mawardi, 43, salah satu wali murid di SMP Negeri di Batang, Jum’at (13/2) siang kemarin.

Karena itulah, pihaknya mengusulkan agar pihak sekolah dalam mengelola dana BOS, melaporkan secara transparan dengan menempelkan laporan penggunaan keuangan pada papan pengumuman di luar sekolah. Sehingga para wali murid mengetahui, untuk apa saja dana BOS digunakan.

“Kalau dana BOS dilaporkan secara transparan dan sekolah masih kekurangan dana operasional, kami sebagai orang tua siap membantu. Sekolah jangan terlalu sering menarik iuran membeli buku,” kata Mawardi yang keberatan nama sekolah anaknya disebutkan.

Kendati begitu, Suwarto mengaku hingga saat ini belum mendapatkan laporan warga atau kepala sekolah, jika ada siswa SD atau SMP yang telah mendapatkan dana BOS, masih memungut dana dari siswa. “Kalau benar pihak sekolah masih memungut, akan kami tegur dan kami beri sanksi keras,” tegas Suwarto. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.