Drainase Buruk Komplek Pemkab Tergenang

418
DRAINASE TAK BRFUNGSI : ‎ Seorang pengendara melewati kubangan air yang memanjang dari samping kantor Diskominfo hingga Disdikpora Kabupaten Magelang, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
DRAINASE TAK BRFUNGSI : ‎ Seorang pengendara melewati kubangan air yang memanjang dari samping kantor Diskominfo hingga Disdikpora Kabupaten Magelang, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
DRAINASE TAK BRFUNGSI : ‎ Seorang pengendara melewati kubangan air yang memanjang dari samping kantor Diskominfo hingga Disdikpora Kabupaten Magelang, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Komplek Pemkab Magelang terkenang air pascahujan deras yang mengguyur kawasan tersebut, kemarin. Hal ini diperparah dengan tidak berfungsinya saluran drainase.

Pantauan koran ini, genangan air yang cukup parah ditemukan di depan kantor Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga hingga Dinas Informasi dan Komunikasi. Kemudian di jalan yang mengelilingi lapangan utama depan Pendopo drh Soepardi.

Tidak hanya itu genangan air paling parah juga ditemui di jalan masuk sebelah timur gedung DPRD. Tepatnya di sisi tempat parkir motor dan mobil.

Genangan ini selalu saja muncul setiap hujan datang. Beberapa pegawai dan tamu yang menggunakan sepeda motor selalu kesulitan melintasi titik itu.

“Karena fungsi drainase tidak berjalan dengan baik,” kata anggota DPRD Kabupaten Magelang, Hibatun Wafiroh.
Menurutnya, buruknya sistem drainase di komplek pemkab sangat ironis. “Karena ini akan jadi wajah pembangunan di kabupaten kita,” ungkapnya.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Magelang Sobikin menambahkan selama ini, pihaknya belum mau menegur Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) selaku penanggung jawab. “Kita memang biarkan sejak lama, tapi ternyata tidak ada respons sama sekali sampai saat ini,” tambah dia.

Seharusnya, kata dia, DPU segera merespons kejadian itu. “Karena ini kan rumah sendiri, jadi pasti jadi wajah kabupaten,” terang politisi PPP ini.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Yogyo Susaptoyono mengatakan hal ini menjadi bukti jika perencanaan pembangunan di Kabupaten Magelang belum terkonsep dengan matang.

“Seharusnya hal kecil seperti ini tidak terjadi. Seharusnya DPU malu karena banyak tamu dari daerah lain yang kerap datang ke sini,” ungkapnya.

Dari pengamatannya, fungsi drainase di kawasan itu tidak berfungsi dengan baik karena dibangun lebih rendah dibanding saluran pembuangan. Hal itu diperparah dengan endapan di dalamnya. Kepala DPU ESDM Sutarno belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut. (vie/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.